Pada saat yang sama, Slamet mengatakan bahwa untuk mendukung pelaksanakan Gerakan Vaksinasi Ikan (GERVIKAN), DJPB terus menambah jumlah vaksinator di seluruh tanah air. “Vaksinator ini merupakan petugas di Pos Kesehatan Ikan Terpadu (POSIKANDU) yang sudah tersebar di 25 lokasi untuk mengawal kawasan Minapolitan dan juga kawasan Industrialisasi Perikanan Budidaya. Saat ini total jumlah vaksinator bersertifikat adalah 150 orang. Idealnya setiap Kabupaten/Kota memiliki satu orang tenaga vaksinator, sehingga kita masih membutuhkan sekitar 500 orang tenaga vaksinator bersertifikat”, kata Slamet.

Untuk meningkatkan jumlah vaksinator, DJPB telah melakukan beberapa kali pelatihan diantara di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dan Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LP2IL) Serang. “Melaui pelatihan-pelatihan ini kemampuan para vaksinator terus ditingkatkan sesuai standard yang telah ditetapkan. Nantinya mereka dengan POSIKANDU yang sudah ada akan menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya penyakit dan memonitoring perkembangan yang terkait dengan penyakit secara langsung di lapangan”, ujar Slamet.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit khususnya pada udang, DJPB telah membentuk Tim Reaksi Cepat Pengendalian Penyakit Udang. “Tim ini anggotanya berasal dari DJPB, BKIPM, SCI (Shrimp Club Indonesia) dan juga Dinas Kabupaten/Kota. Tim ini menerima laporan dan pengaduan serta akan bertindak cepat untuk mengatasi masalah penyakit baik udang maupun ikan, agar penyakit seperti EMS/AHPND dan penyakit lainnya tidak masuk dan menyebar di Indonesia”, pungkas Slamet.