Pertumbuhan ikan yang cepat, padat penebaran benih yang tinggi dan hasil produksi yang tinggi merupakan harapan setiap pembudidaya ikan kerapu. Tetapi harapan itu bagi pembudidaya ikan kerapu di Teluk Ambon Bagian Dalam hanya tinggal harapan. Pengalaman pembudidaya ikan kerapu di keramba jaring apung Teluk Ambon Bagian Dalam mengalami penurunan hasil produksi yang mengakibatkan keruJaring talapisgian. Kerugian ini disebabkan banyaknya ikan yang lolos akibat jaring sobek. Robianta Nurhadi, pelaksana pada Balai Budidaya Laut (BBL) Ambon menyatakan bahwa setelah diamati dengan seksama diketahui penyebab jaring sobek pada KJA di Teluk Ambon Bagian Dalam adalah karena jaring tersebut digigit oleh ikan buntal. Ikan buntal ini menggigit jaring karena adanya sisa pakan yang tersisa didasar jaring.   Selain jaring sobek masalah lain yang dihadapi oleh pembudidaya ikan kerapu di KJA Teluk Ambon Bagian Dalam adalah banyak tiram penempel pada jaring dimana banyaknya tiram penempel pada jaring ini menyebabkan ikan terluka yang pada akhirnya mati dan bertambahnya beban kerja pencucian/perawatan jaring.

Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pembudidaya ikan kerapu di KJA Teluk Ambon Bagian Dalam tersebut BBL Ambon telah melakukan inovasi teknologinya. Inovasi teknologi ini dilakukan dengan penerapan Metode Polykultur Dengan Sistim Jaring Berlapis. Metode ini sangat praktis karena sesungguhnya merupakan pengembangan dari metode sebelumnya dimana yang awalnya digunakan hanya satu jaring ukuran 3×3 m pada metode ini ditambah jaring ukuran 4×4 m dilapisan luarnya. Pada jaring pertama yang berukuran 4×4 m ditebar ikan beronang dan pada jaring kedua berukuran 3×3 m ditebar ikan kerapu.

Pengalaman Robianta Nurhadi dengan penerapan metode ini dapat mengoptimalkan penggunaan kotakan keramba melalui peningkatan padat tebar ikan dimana adanya peningkatan padat penebaran sampai 50%, ikan beronang yang selalu memakan lumut dan larva tiram yang menempel pada kedua jaring sehingga jaring selalu bersih selama pemeliharaan ikan kerapu. Hal ini dapat mengurangi beban kerja dan biaya perawatan jaring sampai 100% . Yang paling penting tidak ada lagi ikan kerapu yang lolos keluar jaring yang pada akhir meningkatkan hasil produksi.

Oleh karena itu inovasi teknologi metode polykultur sistim jaring berlapis ini merupakan solusi bagi permasalahan pembudidaya ikan di Teluk Ambon Bagian Dalam.