Perekayasaan ini dilaksanakan di Balai Budidaya Laut Ambon pada bulan Maret – Mei 2013 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis PUFA emulsion dalam proses pengayaan pakan (rotifera) terhadap perkembangan morfologi larva ikan Kerapu Bebek (C. altivelis). Rancangan yang digunakan dalam perekayasaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan penggunaan dosis PUFA emulsion yaitu : PUFA emulsion 5 ml (Perlakuan A) dan PUFA emulsion 10 ml (perlakuan B), sedang sebagai Kontrol adalah tanpa penggunaan PUFA emulsion. Perlakuan diberikan untuk larva ikan Kerapu Bebek (C. altivelis) yang dipelihara dalam 3 buah bak beton kapasitas 8 m3 (8000 liter) pada larva berumur D-3 sampai dengan D-16 dengan frekwensi 2 kali sehari. Sampel larva diambil secara acak pada masing-masing bak sebanyak 30 individu setiap hari selama 16 hari (D-0 sampai dengan D-16). Parameter yang diamati meliputi diameter kuning telur, diameter gelembung minyak (oil globule), ukuran bukaan mulut, diameter mata, Panjang total, Panjang notochord, panjang preanal, panjang duri punggung (spina dorsalis), panjang duri perut (spina ventralis) dan perkembangan sirip ekor. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil analisis One Way ANOVA, menunjukan bahwa penggunaan PUFA emulsion 5 ml dan 10 ml dalam pengayaan pakan maupun tanpa penambahan PUFA emulsion memberikan pengaruh yang sama terhadap perkembangan morfologi larva ikan Kerapu Bebek (C. altivelis). Namun secara visual penggunaan PUFA emulsion 10 ml (perlakuan B) dalam pengaya pakan (rotifer) memperlihatkan perkembangan morfologi yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan A (PUFA emulsion 5 ml) dan Kontrol (tanpa PUFA emulsion), khususnya terhadap pertambahan panjang total tubuh dan panjang notochord, Sedangkan terhadap pembentukan formasi sirip ekor dan kelenturan membengkok notochord penggunaan PUFA emulsion 5 (perlakuan A) dan 10 ml (perlakuan B) memberikan perkembangan yang lebih baik apabila dibanding dengan tanpa penggunaan PUFA emulsion.

Selengkapnya download pada bagian ini