Air merupakan sumber energi utama bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Perikanan Budidaya sebagai salah satu producen kebutuhan pangan bagi masyarakat di Indonesia juga tidak terlepas dari kebutuhannya terhadap air. Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret telah menjadi wadah menyatukan fokus perhatian dunia terhadap peran pentingnya ketersediaan air dan mengupayakan tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan. “Pada hari Air Dunia Tahun 2014 kali ini tema yang diambil adalah “Water and Energy”. Tema ini sejalan dan mendukung program pembangunan perikanan budidaya yang menuju ke arah industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy. Dimana, keberlanjutan atau sustainability dari kegiatan usaha perikanan budidaya dengan memperhatikan lingkungan menjadi perhatian utama, dan air adalah kebutuhan utama pada suatu lingkungan usaha perikanan budidaya”. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam rangka menyambut Hari Air Dunia 2014.

Pada peringatan ini sekaligus dilaksanakan kegiatan “Forum Prasarana dan Sarana Budidaya” yang bertujuan untuk melaksanakan koordinasi dalam rangka integrasi kebijakan pembangunan prasarana dan sarana budidaya dengan lintas sector. Hal ini selaras dengan Kebijakan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Program industrialisasi perikanan budidaya, yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh kegiatan produksi, penanganan dan pemrosesan hasil produksi dan kegiatan pemasaran atau proses hulu sampai hilir.  “Pelaksanaan program ini harus terus digelorakan melalui berbagai kebijakan dan strategi serta kegiatan yang semakin efektif dan efisien. Hal ini memerlukan  keterlibatan instansi terkaiit, masyarakat pembudidaya, pihak swasta dibidang perikanan budidaya dan juga perbankan untuk dapat bersinergi dalam upaya peningkatan produksi perikanan budidaya yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing” ungkap Slamet.

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa pertemuan ini akan dapat menghasilkan suatu yang bermanfaat bagi para pembudidaya. “Sinergi dan integrasi kegiatan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka menyediakan prasarana dan sarana budidaya di kawasan budidaya ikan yang efektif dan efisien akan terus ditingkatkan. Dan juga upaya pengelolaan sumberdaya air yang berkelanjutan yang sekaligus mendukung usaha perikanan budidaya yang berkelanjutan” papar Slamet.

Dukungan lingkungan dalam usaha budidaya

Semakin berkembangnya usaha perikanan budidaya dewasa ini, khususnya udang perlu di dukung dengan perbaikan dan pemeliharaan lingkungan pantai dan pesisir, khususnya di sekitar tambak. “Untuk itu perlu dilakukan upaya penghijauan melalui penanaman mangrove atau bakau. Dengan adanya penghijauan ini maka lahan tambak akan terhindar dari abrasi yang terjadi di sekitar tambak dan juga mampu dimanfaatkan untuk mempertahankan produktivitas lingkungan perairan di sekitar pantai dan tambak dan menjaga kualitas air pantai” tambah Slamet.

Dengan lingkungan usaha perikanan budidaya yang sudah didukung dengan prasarana yang memadai dan terjaga lingkungannya, maka akan menarik para investor untuk menanamkan modalnya. “DJPB juga telah melakukan kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan sertifikasi lahan budidaya, yang saya yakin akan mampu mempercepat tumbuh dan berkembangnya usaha perikanan budidaya. Disamping itu juga mendorong pihak perbankan untuk menanamkan modalnya di bidang perikanan budidaya karena sudah adanya agunan berupa sertifikat tanah”, Kata Slamet.

Slamet menambahkan, kesuksesan program pemerintah, tidak akan terlepas dari kerja keras dan kerjasama dari semua komponen yang terkait. Artinya, seluruh komponen ikut turut serta dalam menangani perikanan budidaya agar bisa lebih maju dan kuat. DJPB menyadari bahwa peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di budidaya perikanan, tidak bisa berjalan sendirian. “DJPB akan terus melakukan Sinergi dan koordinasi dengan semua pihak terkait  untuk menuju perikanan budidaya yang kuat dan berkelanjutan melalui program industrialisasi perikanan budidaya berbasis ekonomi biru dan menuju Era Pasar Bebas ASEAN 2015,” pungkas Slamet.
Sumber: DJPB RMR