Ambon, 7 Agustus 2014. Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon sebagai salah satu UPT Pusat Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, di Wilayah Timur Indonesia telah berhasil mengembangkan 14 jenis ikan hias laut. Ikan hias laut tersebut antara lain Banggai Cardinal Fish (Pterapagon kauderni), Mandarinfish (Synchiropus splendidus), Blue Damselfish (Chrysiptera cyanea), Yellow Damselfish (Pamacentrus amboinensis), Clown (Amphiprion ocellaris), Clown Biak (A. percula), Clown Giro Pasir (A.clarkii), Clown Balong (Premnas biocubatus), Clown Balong Padang (P. epigrammata), Clown pink (A. perideraion), Clown orange/Giro pellet (A. sandarcinos), Clown Picasso (A. percula var. Picasso), Clown Snowflake (A. percula var. snowflake), Clown Platinum (A. percula var. platinum).

Melihat potensi ikan hias laut yang sangat besar di Indonesia dan khususnya wilayah kerja BPBL Ambon maka pengembangan ikan hias laut ini akan terus ditingkatkan. Heru Salamet M.Si yang merupakan Kordinator Unit Ikan Hias BPBL Ambon menyatakan bahwa BPBL Ambon bertekad akan menjadikan Ambon sebagai sentral ikan hias laut Indonesia dan bahkan dunia. Untuk merealisasikan tekad tersebut BPBL Ambon telah membuat Road Map pengembangan ikan hias laut. Antara lain 1. pendalaman dan pematangan penguasaan teknologi pembenihan dan pembesaran ikan hias laut, yang dilakukan di internal BPBL Ambon sendiri maupun masyarakat pembudidaya melalui kegiatan diseminasi teknologi, Desa Binaan dan Pembudidaya Mitra, 2. Eksplorasi dan pengembangan jenis ikan hias laut baru yang dibutuhkan pasar. Saat ini BPBL Ambon telah menambah koleksi dua jenis baru yang akan dikembangkan lebih lanjut yakni girdled Angelfish (Euxiphipops navarchus), Blue Tang (Paracanthurus hepatus) 3. Peningkatan produksi secara besar-besaran. Hal ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat pembudidaya dan stake holder lainnya seperti pengusaha dan koperasi. Saat ini BPBL Ambon telah bermitra dengan 11 pembudidaya di Teluk Ambon Bagian Dalam Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pembudidaya di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah.

Lebih lanjut Heru Salamet berharap untuk menjadikan Ambon sebagai sentral ikan hias laut maka sangat dibutuhkan sinergitas dan dukungan dari seluruh stake holder perikanan yang ada di wilayah kerja BPBL Ambon utamanya Dinas Perikanan Provinsi maupun Kabupaten dan Kota serta masyarakat pembudidaya sendiri.