Setelah sukses menyelenggarakan Indonesian Aquaculture (INDOAQUA) 2012 di Makassar, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kini kembali menyelenggarakan kegiatan INDOAQUA 2014. INDOAQUA 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 29 Agustus 2014 di Jakarta. Kegiatan INDOAQUA 2014 terdiri dari kegiatan Seminar, Pameran dan Temu Bisnis. Seminar dan Temu Bisnis akan berlangsung  di Hotel Atlet Century Park, sedangkan Pameran akan berlangsung di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan bahwa INDOAQUA 2014 kali ini mengambil tema “Aquaculture for Business and Food Security”. “Tema ini dipilih karena menjelang dibukanya Pasar Bebas ASEAN 2015, Perikanan Budidaya membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor baik dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya dan berinvestasi. Perikanan budidaya telah menjadi bidang usaha yang “calculated risk” sehingga bisa mengurangi resiko kegagalan berkat penguasaan teknologi-teknologi perikanan budidaya yang inovatif dan adaptif. Disamping itu, perikanan budidaya juga berperan dan mendukung program ketahanan pangan karena mampu menyediakan produk yang selain meningkatkan pendapatan juga meningkatkan gizi masyarakat”, ungkap Slamet.

 

Slamet mengatakan bahwa INDOAQUA 2014 ini merupakan event yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2006 dan menjadi ajang tukar menukar informasi, promosi potensi daerah pengembangan perikanan budidaya serta menyebarluaskan hasil pengembangan teknologi terkini. “Even ini juga membuka peluang usaha dibidang perikanan budidaya, disamping tidak menutup kemungkinan dapat terjalinnya kerjasama kemitraan usaha dibidang perikanan budidaya. Lebih jauh yang kami harapkan adalah tumbuhnya investor-investor baru melalui event yang sangat berharga ini. Sehingga dapat mendukung program peningkatan produksi perikanan budidaya”, papar Slamet.

 

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian kelautan dan Perikanan, Sjarif Widjaja, mengatakan bahwa ajang INDOAQUA 2014 ini dapat dijadikan momentum untuk menjalin kerjasama, koordinasi dan sinergitas baik pemerintah pusat dan daerah dengan pelaku usaha, asosiasi, maupun masyarakat pembudidaya dalam menghadapi era Pasar Bebas ASEAN 2015. “Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 akan memunculkan peluang dan sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional, termasuk bidang perikanan budidaya. Peluangnya adalah bahwa produk perikanan budidaya kita akan dapat dipasarkan dengan mudah ke Negara ASEAN lain. Dilain pihak kita juga aakan menjadi pasar bagi produk Negara lain. Segenap kekuatan harus kita himpun untuk memanfaatkan peluang tersebut, serta jika masih terdapat kelemahan harus segera memperbaikinya”, kata Sjarif.

 

Sjarif menambahkan bahwa program Industrialisasi Kelautan dan Perikanan berbasis blue economy yang telah digulirkan sejak dua tahun lalu, salah satunya adalah untuk menghadapi era perdagangan global seperti yang akan dihadapi. “Pengelolaan potensi perikanan budidaya yang arif dan bertanggungjawab, secara langsung akan berdampak terhadap peningkatan produksi dan produktivitas yang berkelanjutan.   Sehingga menjamin keberlanjutan usaha, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memberi nilai tambah (added value) pada produk perikanan budidaya yang memiliki daya saing tinggi”, papar Sjarif
Sumber: DJPB RMR