Perikanan Budidaya sebagai sub sector yang diharapkan sebagai pilar perekonomian bangsa dan mendukung ketahanan pangan dan nutrisi nasional, secara pasti membuktikan eksistensinya. Hal ini nampak dari meningkatnya kontribusi perikanan budidaya terhadap perekonomian nasional sehingga muncul sebagai satu bisnis dan investasi yang menguntungan. “Usaha di bidang perikanan budidaya saat ini merupakan usaha yang menjanjikan keuntungan secara pasti apabila di kelola dengan baik dan benar dan sesuai dengan teknologi anjuran. Ini terbukti dengan usaha budidaya udang yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mampu mendorong usaha lain untuk bergerak seperti bidang pengolahan, distribusi dan juga pemasaran”. Demikian di sampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di sela-sela kunjungannya ke Pameran Indonesia Aquaculture 2014, di Parkir Timur Senayan Jakarta. Slamet menambahkan bahwa Indonesia selain memiliki potensi perikanan budidaya di perairan laut, juga memiliki potensi yang tak kalah besar di daratan, yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengembangkan budidaya perikanan. “Salah satu upaya untuk mendorong peningkatan ekonomi perikanan budidaya adalah melalui kebijakan percepatan industrialisasi perikanan budidaya. Melalui kebijakan industrialisasi, pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya, pembangunan infrastruktur, pengembangan sistem investasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumberdaya manusia, diselenggarakan secara terintegritas berbasis industri untuk peningkatan produksi, produktivitas dan nilai tambah. Ini diperlukan dalam menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015, dimana produk perikanan kita harus bersaing dengan produk perikanan dari Negara ASEAN lainnya”, tambah Slamet. Terkait dengan investasi dan peluang bisnis di bidang perikanan budidaya, Slamet mengatakan bahwa saat ini dari berkembangnya usaha perikanan budidaya di Indonesia telah mendorong peningkatan produksi secara signifikan dari 4,7 ton di tahun 2009, menjadi 9,7 ton di tahun 2013. Bahkan data sementara menunjukkan bahwa produksi perikanan budidaya tahun 2013 mencapai 13,7 ton. “Salah satu yang mendorong berkembangnya usaha perikanan budidaya, selain dengan di dorong oleh kebijakan industrialisasi juga semakin meningkatnya invesati di bidang perikanan budidaya. Pada tahun 2013, investasi yang mendukung perikanan budidaya sebesar 1.089,91 milyar, yang meliputi Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) baik itu usaha yang berbadan hukum maupun usaha yang belum berbadan hukum, yang merupakan milik perorangan (pembudidaya) maupun perusahaan”, papar Slamet Slamet mengatakan bahwa Industrialisasi seperti identik dengan adanya penerapan teknologi dan modernisasi suatu usaha. Penerapan teknologi dan modernisasi ini memerlukan adanya modal. “Melalui industrialisasi, maka terbuka lebar ruang investasi di bidang perikanan budidaya. Sebagai contoh industrialisasi udang, saat ini sudah ada BUMN yang melakukan investasi di bidang usaha budidaya udang ini dan bekerja sama dengan Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang untuk menjalankan usahanya. Selain melakukan investasi, juga memberikan dampak positif dengan beroperasinya kembali tambak plasma Eks TIR Karawang yang selama ini tidak beroperasi. Secara bertahap, 151 ha tambak Eks TIR ini akan diaktifkan kembali. Investasi lainnnya adalah dari pihak perbankan yang membantu dalam hal permodalan. Jadi perlahan tapi pasti kebijakan industrialisasi ini sudah menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya. Untuk itu pemerintah selalu berupaya secara terus-menerus mengajak, memfasilitasi dan menggerakkan masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi dan peluang-peluang usaha di sektor ini. Selain itu upaya meningkatkan minat dunia per­bankan serta para calon penanam modal baik dalam negeri maupun luar negeri untuk berinvestasi di sektor perikanan budidaya”, pungkas Slamet.

Sumber:http://www.djpb.kkp.go.id