JAKARTA–Indonesia dan Filipina membangun kerja sama strategis pengembangan budidaya rumput laut dari hulu hingga hilir, yang merupakan persiapan kedua negara untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.

Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis mengatakan, telah ada komunikasi intensif antara Seaweed Industry Association Of the Philippines (SIAP) dan Atase Perdagangan RI di Manila yang juga didukung oleh Gubernur Sulawesi Selatan sebagai daerah produsen dan eksportir terbesar rumput laut di Indonesia.

“Kami membahas tentang perlunya dibangun kerjas ama strategis dengan Filipina yang telah berpengalaman jauh di bidang perdagangan, teknis budidaya, pasca panen,” jelas Safari, Sabtu (13/9/2014).

Hal lain, paparnya, adalah penanganan rumput laut untuk meningkatkan kualitas serta investasi pengembangan industri yang dituangkan ke dalam bentuk nota kesepahaman.

Dia menambahkan, permintaan kebutuhan rumput laut kering untuk ekspor ke Filipina mencapai 40.000-50.000 ton. Oleh karena itu, pihaknya meminta dukungan pemerintah dalam implementasi kerja sama antara kedua negara.

Penandatanganan ini sangat penting bagi pelaku usaha dan petani rumput laut Indonesia sebagai bentuk perluasan pemasaran, ungkap Safari Azis usai menandatangani Nota Kesepahaman antara ARLI dengan SIAP di Filipina.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Wakil Ketua Komite Rumput Laut Indonesia (KRLI), Iskak Indrayani dan Koordinator ARLI Wilayah Indonesia Timur Djusdil Akrim.

Selain itu, terdapat perwakilan dari pelaku usaha langsung, antara lain PT Bantimurung Indah, PT Rika Raihan Mandiri, CV Adi Tirta dan Celebes Seaweed Group.

Setelah melakukan penekenan MoU, dia menjabarkan delegasi yang terdiri dari Pemerintah RI dan para pelaku usaha rumput laut akan melakukan kunjungan ke sentra industri pengolahan rumput laut di Manila.

Safari menjabarkan, kunjungan itu bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif dalam proses pengolahan dan teknologi yang diterapkan untuk produk turunan rumput laut.

Pihaknya berharap, ungkap Safari, agar pengembangan rumput laut dari hulu hingga hilir dapat segera terwujud, utamanya melalui akses pasar yang lebih luas, menyusul dengan kesiapan Indonesia untuk menghadapi pasar bebas Asean yang akan berlaku dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber :http://industri.bisnis.com