Ikan hias air laut semakin bergairah dan mempesona. Permintaan pehobi ikan hias air laut baik lokal maupun nasional terus meningkat. Begitu juga peluang ekspor ikan-ikan hias itu ke berbagai negara terus meningkat dari tahun ke tahun. Nilai ekspor ikan hias air laut ini pun semakin bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan diperkirakan permintaan ikan hias air laut di seluruh dunia pun akan terus meningkat beberapa tahun ke depan.

Sebagaimana disampaikan oleh kordinator Ikan Hias Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Heru Salamet, M.Si bahwa  di BPBL Ambon saat ini permintaan ikan hias dari pengusaha di berbagai daerah seperti Lampung, Bali, Surabaya dan Jakarta terus mengalami peningkatan bahkan saat ini permintaan di BPBL Ambon dapat mencapai angka 20. 000 ekor perbulan. Hal ini merupakan peluang dan tantangan mengingat untuk memenuhi permintaan sebesar itu BPBL Ambon mengalami keterbatasan sarana produksi. Guna mengatasi masalah kurangnya stock ikan hias laut tersebut BBL Ambon melakukan perekayasaan teknologi budidaya ikan hias laut di Keramba Jaring Apung (KJA). Hasil perekayasaan tersebut menunjukan bahwa ikan hias laut dapat dibudidayakan di KJA.

Berdasarkan hasil perekayasaan tersebut BPBL Ambon menggandeng dan membina masyarakat pembudidaya ikan yang ada di sekitar Teluk Ambon Dalam untuk membudidayakan ikan hias laut. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat pembudidaya ini awalnya membudidayakan ikan konsumsi seperti kerapu dan bubara di KJA milik mereka. Hasil survey BPBL Ambon pada KJA milik masyarakat pembuddiaya tersebut menunjukan bahwa diantara KJA itu, ada unit yang masih kosong atau tidak digunakan. KJA kosong inilah yang digunakan untuk membudidayakan ikan hias laut.
Sampai saat ini masyarakat pembudidaya ikan yang telah di gandeng oleh BPBL Ambon adalah pembudidaya Desa Waiheru dan BP3 Poka. Beberapa ikan hias laut yang dapat dibudidayakan dan berkembang sangat baik di KJA adalah Capungan Ambon/Banggai Cardinalfish (Pterapogon kaudernii), Betok Ambon (Chrysiptera cyanea), Betok Ambon Kuning (Pomacentrus amboinensis), Clownfish (Amphiprion ocellaris), Clownfish Biak (Amphiprion percula), Giro Pasir (Amphiprion clarki), Maroon Clownfish (Premnas biaculeatus) Clownfish pink (Amphiprion periderion) dan Orange anemonfish (Amphiprion sandaracinos).

Diharapkan dengan adanya keikutsertaan masyarakat pembudidaya ini mendorong mempercepat konversi pemenuhan kebutuhan ikan hias nasional dari ketergantungan terhadap pasokan ikan hias laut hasil tangkapan di alam beralih ke pasokan ikan hias laut dari hasil budidaya masyarakat. Selain itu dengan adanya teknologi budidaya ikan hias laut di KJA ini diharapkan dapat menciptakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempertahankan plasma nuftah perairan Teluk Ambon Dalam dan mendukung perairan Teluk Ambon Dalam sebagai sentral pengembangan ikan laut di Kota Ambon serta mendukung Maluku sebagai lumbung ikan nasional.