Mandarinfish sebagai salah satu jenis ikan hias laut yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi serta permintaan yang tinggi pula di pasaran internasional sangat potensial untuk dikembangkan. Hal yang menarik dari ikan ini tentunya adalah corak warnanya yang indah seperti jubah kaisar China (Delbeek, 1989).
Kegiatan budidaya telah diupayakan melalui keberhasilan breeding guna menghasilkan benih yang berkualitas. Namun hal itu belumlah cukup, mengingat yang dinikmati dari ikan hias adalah corak warna dan keindahan bentuk tubuhnya. Pengaruh pakan memegang peranan penting dalam pembentukan warna dari ikan hias (Kumar et al., 2008). Oleh sebab itu upaya pemeliharaan di keramba menjadi salah satu alternatif kegiatan budidaya dalam rangka pemenuhan variasi pakan.
Pemeliharaan kultivan budidaya di keramba disesuaikan dengan ukuran benih. Idealnya digunakan waring berukuran 1x1x1 m3 untuk menyesuaikan ukuran benih mandarinfish yang kecil. Guna memberikan keleluasaan gerak serta kompetisi pakan agar didapat pertumbuhan yang optimal perlu diperhatikan kepadatan tebar di keramba. Peningkatan kepadatan akan diikuti dengan penurunan pertumbuhan (critical standing corp) sehingga pada kepadatan tertentu akan terhenti karena telah mencapai titik carrying capacity (daya dukung lingkungan) (Hepher and Pruginin, 1981). Padat penebaran erat kaitannya dengan produksi dan pertumbuhan ikan (Dewi, 2008). Selain itu pertumbuhan akan terjadi apabila ada kelebihan input energy yang berasal dari makanan yang akan digunakan oleh tubuh untuk pergerakan, metabolism dasar, proteksi organ seksual, perawatan bagian tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak (Kadarini et al., 2010). Sehingga dengan adanya padat tebar yang berbeda dalam wadah dengan luasan yang sama akan mempengaruhi persaingan dalam hal kesempatan mendapatkan pakan.

 

Selengkapnya download disini