Ikan Mandarin (Synchiropus splendidus) merupakan salah satu ikan hias air laut yang banyak digemari oleh para pebisnis akuarium air laut di dalam maupun di luar negeri. Dalam upaya pelestariannya dapat dikembangkan melalui kegiatan budidaya dengan melakukan tahapan awal yaitu pengumpulan induk dari alam atau domestikasi induk yang kemudian dilakukan kegiatan pembenihan.
Ikan mandarin ini tergolong spesies ikan dengan penyebaran terbatas, serta populasinya di alam tergolong kecil. Dengan demikian, bila tekanan pemanfaatannya meningkat, maka akan terjadi ancaman kelestarian keberadaan dan kepunahan terhadap spesies ikan mandarin ini.
Pemijahan merupakan proses pengeluaran sel telur oleh induk betina dan sperma oleh induk jantan, yang kemudian diikuti dengan pembuahan. Pemijahan sebagai salah satu aspek dari reproduksi, merupakan mata rantai dari siklus hidup dalam menentukan kelangsungan hidup dari spesies. Pemijahan tidak hanya tergantung dari proses gametogenesis tetapi berkaitan dengan perilaku ikan, seperti migrasi ikan sebelum memijah, seleksi di habitatnya, musim kawin, dan keberadaan pasangan.
Pembenihan ikan mandarin telah dilakukan, namun induk yang digunakan berasal dari tangkapan alam, ukuran panjang induk jantan 5 cm dan ukuran panjang betina 4 cm dengan kepadatan 30 sampai 50 individu ikan mandarin dan dipelihara pada wadah berkapasitas 2 ton (Gani dkk, 2012). Selain itu masih minimnya informasi tentang perkembangan embriogenesis dari ikan mandarin (Synchiropus splendidus).
Dengan demikian untuk mendapatkan informasi tentang proses embryogenesis dari ikan mandarin maka, dilakukan pemijahan induk ikan mandarinĀ  untuk mengamati perkembangan embrio dari telur yang dihasilkan.

 

Selengkapnya dapat didownload disini