TIM BI Tinjau Ikan Hias Siap Kirim Ambon. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Nono Hartanto, M.Aq pada hari Rabu, 22 Oktober 2014 menerima kunjungan Tim Survey Kampung Nelayan Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku. Tim yang diketuai oleh bapak Jacob Leleufna ini berkunjung ke BPBL Ambon dalam rangka konsultasi dan kordinasi terkait dengan rencana implementasi program kampung nelayan di Kota Ambon. Jacob Leleufna menyampaikan bahwa program kampung nelayan ini merupakan program Coorporate Social Responsibility atau program tanggung jawab masyarakat BI. Lebih lanjut dikatakan oleh Jacob Leleufna bahwa pada tahun 2014 program difokuskan untuk bidang perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya di Kota Ambon. Penentuan perikanan sebagai fokus program pada tahun ini didasarkan pada pantauan BI terhadap penyebab tingginya tingkat inflasi di Kota Ambon dimana sektor perikanan merupakan menyumbang terbesar terjadinya inflasi di Kota Ambon.
Sebagaimana diketahui bahwa dari hasil Tim Terpadu kampung nelayan telah ditetapkan dua desa untuk dijadikan sebagai daerah sasaran program kampung nelayan yakni Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe untuk bidang perikanan tangkap dan Desa Waiheru Kecamatan Baguala untuk perikanan budidaya.
Memberikan masukan kepada Tim survey program kampung nelayan BI, Nono Hartanto menyampaikan bahwa BPBL Ambon sangat mendukung program kampung nelayan ini utamanya untuk bidang perikanan budidaya. Apalagi Perairan Teluk Ambon Dalam (TAD) memiliki potensi yang besar bila dikembangkan sebagai lokasi budidaya perikanan laut. Bentuk dukungan BPBL Ambon tersebut mulai dari bagaimana menseleksi pembudidaya sasaran, penyediaan benih ikan yang akan dibudidaya, pendampingan teknologi, pelatihan para pembudidaya bahkan sampai pada fasilitasi pasar bila kelompok pembudidaya sasaran telah melakukan panen ikan budidayanya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Nono Hartanto bahwa dalam memilih kelompok sasaran hendaknya tim harus objektif dalam memilih pembudidaya yang akan menerima bantuan, cari pembudidaya yang benar-benar mau kerja, hindari faktor subjektif dalam memilih kelompok sasaran karena hal ini berdasarkan pengalaman BPBL Ambon akan membuat kegagalan program. Selain itu harus ada pendampingan intensif kepada pembudidaya sasaran baik sebagai sarana pengawasan maupun sebagai sarana transfer ilmu dan teknologi kepada pembudidaya. Dan tidak kalah penting adanya jaminan ketersediaan benih dan pasar terhadap produk yang akan dikembangkan dan akan dihasilkan oleh pembudidaya sasaran. Untuk ketersediaan benih di BPBL Ambon telah ada benih ikan konsumsi seperti kerapu macan, kerapu bebek sedangkan benih ikan hias telah ada 15 jenis ikan hias laut seperti Clown fish, Banggai Cardinal fish, mandarin fish dan lain-lain. Sekali lagi BPBL Ambon siap untuk itu kata Nono Hartanto.
Mengakhiri kunjungan ke BPBL Ambon Tim survey kampung nelayan BI perwakilan Maluku mengunjungi keramba jaring apung BPBL Ambon dan masyarakat pembudidaya di Waiheru.