Rio de Janeiro — Seluruh dari sebelas anggota sebuah keluarga di Rio de Janeiro, Brasil, lumpuh seketika setelah menyantap ikan buntal (pufferfish) saat makan malam.

RJ TV melaporkan Keluarga Souza dilarikan ke rumah sakit oleh para tetangganya, dan kini masih dalam perawatan serius. Sebagian besar korban adalah anak-anak berusia tiga sampai lima tahun.

Mereka mengalami kelumpuhan sebelum mencapai mobil yang membawa mereka ke rumah sakit.

Keluarga Souza, demikian laporan RJ TV, diberi ikan oleh teman keluarga yang pulang dari memancing di lepas pantai Dubque de Caxias, Brasil.

Tidak seorang pun di keluarga itu tahu pemberian itu adalah ikan buntal, yang mengandung racun dengan kekuatan 1.200 kali lebih mematikan dari sianida. Setetes racun ikan buntal dapat membunuh manusia dalam 24 jam.

Keluarga itu memasak, dan menghidangkannya untuk makan malam. Jose Augusto, usia 41 tahun, adalah orang pertama yang menyantap.

“Tiba-tiba, setelah melakukan gigitan pertama, suami saya mengatakan lidahnya tidak bisa merasakan apa pun,” ujar Cristiane Souza. “Lalu dia mengeluh lengan dan wajahnya tidak bisa merasa, dan tak bisa berdiri.”

Lainnya, terutama anak-anak Souza, muntah-muntah dan mengalami kelumpuhan lengan, kaki, dan seluruh tubuh.

“Adik iparku memaksakan diri berjalan, tapi tak bisa keluar pintu,” lanjut Cristiane.

Keluraga Souza tidak sendirian menyantap ikan itu. Ia mengundang anggota keluarga lainnya, karena ingin berbagi makanan yang dianggap lezat.

Maria do Carmo, nenek Keluarga Souza, mengatakan; “Kami tidak tahu itu ikan buntal. Mereka semua dalam kondisi kritis, cucu, putri dan menantu saya.”

Do Carmo tidak sempat memakan ikan itu. Menurutnya, pada gigitan pertama, semua orang di meja makan mengatakan ikan ini enak dan lezat.

“Saya tidak langsung memakannya, karena ingin semua orang mencoba lebih dulu,” lanjut sang nenek. “Ketika saya hendak mencobanya, satu per satu muntah-muntah dan mengalami kelumpuhan.”

Ikan buntal atau Fugu adalah kelezatan istimewa di Jepang. Namun, hanya juru masak papan atas dan telah menjalani pelatihan intensif memasak ikan yang satu ini.

Statistik Biro Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan Masyarakat Tokyo menunjukan hampir setiap tahun terjadi 20 sampai 44 keracunan Fugu. Semua itu terjadi antara 196 sampai 2006.

Yang tidak terdeteksi adalah insiden tunggal, karena korban merasa malu untuk melapor.

Tidak ada obat untuk menetralisir racun ikan buntal. Korban ikan buntal biasanya lumpuh total, dan secara bertahap mati lemas.

Korban yang dibawa ke rumah sakit akan menjalani perawatan dengan cara mengeluarkan semua makanan dari dalam perut. Setelah itu korban diberi arang untuk mengikat racun.

Selama menjalani perawatan, korban berada di atas mesin yang mendukung hidupnya, sampai keganasan racun mereda.

Sumber : www. inilah.com.