Ambon, mengantisipasi serangan bakteri dan virus yang kerap terjadi pada ikan yang dibudidaya di Teluk Ambon Dalam (TAD) Kota Ambon maka Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon menyerukan kepada pembudidaya di TAD untuk memvaksin benih ikan kerapu yang akan dibudidaya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan (HPI) BPBL Ambon Evri Noerbaiti, M.Si pada Rabu, 22 Oktober 2014 di Waiheru Ambon.
Menurut Noerbaiti vaksinasi benih ikan kerapu ini sangat penting dilakukan mengingat sekarang sudah masuk musim pada pancaroba. Berdasarkan pantauan Laboratorium HPI BPBL Ambon di perairan TAD Kota Ambon bakteri vibrio dan irido virus biasanya menyerang ikan budidaya terutama ikan kerapu pada musim pancaroba. Akibat serangan vibrio dan iridovirus dapat menyebabkan ikan budidaya mati masal. Sebagaimana diketahui Penyakit ini sempat membuat geger kalangan pembudidaya ikan laut khususnya kerapu di Indonesia Tahun 2012 lalu. Kematian yang tinggi dan serempak menimbulkan kerugian hingga diatas 2,8 Milyar Rupiah.
Bukan saja menyerukan ke masyarakat pembudidaya, saat ini BPBL Ambon tengah melakukan vaksinasi iridovirus pada ikan yang dipelihara di keramba jaring apung BPBL Ambon. Ada 8250 ekor benih ikan kerapu yang telah kami vaksinasi untuk selanjutnya kami tebar di keramba jaring apung kata kordinator pembesaran BPBL Ambon, Doni G Pattipeilohy, M.Si.
Lebih lanjut disampaikan oleh Noerbaiti bahwa bagi pembudidaya yang akan memvaksin benih ikan dapat menghubungi Laboratorium HPI BPBL Ambon. baiknya vaksinasi dilakukan sebelum benih ikan ditebar. Dengan adanya vaksinasi pada benih ikan kerapu yang ditebar Noerbaiti dan Pattipeilohy berharap tidak akan terjadi kematian masal benih ikan kerapu di perairan TAD.