DEPOK – Kementeriaan Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan komersialisasi sektor kelautan dan perikanan tak terkecuali bagi industri ikan hias nasional. Penguatan pasar domestik pun menjadi sasaran utama KKP, untuk meningkatkan daya saing produk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Achmad Poernomo. Sehingga para masyarakat pembudidaya ikan hias siap menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Permintaan pasar menjanjikan dari sisi bisnis, untuk menghadapi MEA di tahun 2015 sudah saatnya ikan hias juga dipersiapkan untuk hadapi pasar global tersebut,” katanya dalam acara Rekreasi Edukasi Informasi Komunikasi Konservasi dan Atraksi Ikan Hias (REIKKA) di Depok, Kamis (6/11/2014).

Achmad melanjutkan, Menteri KKP Susi Pudjiastuti memberikan sejumlah arahan. Salah satunya yakni mempertahankan identitas asli ikan Indonesia.

“Arahan Bu Menteri kami harus pertahankan kelestarian, pertahankan identitas asli ikan Indonesia, kembangkan budidaya,” jelasnya.

Pihaknya menyiapkan benih yang dibesarkan pembudidaya. Ekspor ikan hias Indonesia saat ini sudah nomor tiga dan terus naik 26%.

“Komunitas tumbuh dan dapat benih dari kita. Ikan hias itu butuh ketelatenan. Pasar domestik ikan hias ekspor, tipsnya yakni perhatikan kualitas, cost bersaing, dan delivery ontime. Ekspor kita naik jadi 26%. Ikan eksotik khas Indonesia jangan sampai ikan kita diakui negara lain,” tegasnya.

Setahun belakangan kinerja ekspor ikan hias mencatatkan grafik dari tahun 1996-2013 mencapai 62,46%. Komoditas ikan hias Indonesia diklaim mampu bersaing hingga masuk ke pasar Eropa dan Timur Tengah.

“Ikan hias Indonesia yang sudah merambah pasar luar negeri di antaranya terumbu karang, Clownfish, Kepe, Butterflyfish. Ikan hias tetra yakni 60%,” tutup Achmad.

 

Sumber : http://ekbis.sindonews.com