Di tahun 2013 populasi di Indonesia sudah mencapai 240 juta orang, diperkirakan pada tahun 2050 jumlah populasi di Indonesia mencapai 300 juta orang. Bahkan populasi dunia, pada tahun 2050 diperkirakan mencapai 9 milyar orang. Ledakan populasi dunia memacu konsumsi ikan dan daging lainnya sebagai sumber makanan. “Ungkap Dirjen Perikanan Budidaya dalam memberikan Arahan pada Forum Evaluasi PUMP-PB Tingkat Nasional tahun 2014 di Semarang.

 

Kondisi tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi Ditjen Perikanan Budidaya untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dalam memenuhi kebutuhan pangan khususnya di Indonesia. Kebutuhan ikan akan naik terus. Ditahun 2030 konsumsi global meningkat menjadi 22,5 kg/tahun [Hall et al.(2011)].

 

Data tersebut didukung oleh FAO bahwa perikanan budidaya memiliki peningkatan produksi 8,2 % pertahun dibandingkan perikanan tangkap yang stabil 1,3 % pertahun dan memiliki kontribusi sebesar 2,6 % pertahun untuk total produksi daging dunia.

 

Pembangunan perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan tahun 2015-2019 terdiri dari 3 aspek utama yaitu aspek teknologi produksi, aspek sumber daya alam dan lingkungan, dan aspek sosial dan ekonomi.

 

Tahun 2015-2019 target capaian produksi perikanan budidaya sebesar 33,036 juta ton, ikan hias sebanyak 2,5 milyar ekor dengan total nilai mencapai Rp 356,824 Triliyun. Target tenaga kerja sebanyak 9.583.054 orang serta luas lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya sebesar 26,8%. “imbuh Dirjen PB”

 

Dirjen PB menambahkan, target produksi perikanan budidaya tersebut perlu didukung oleh berapa faktor diantaranya lahan dan prasarana-sarana, investasi dan pembiayaan usaha, input produksi (pakan,benih, induk obat ikan, dll), adopsi teknologi, serta menguatkan kelembagaan pokdakan, gapokan, asosiasi dan UPP.
Sumber: http://www.djpb.kkp.go.id/berita.php?id=1069