Bulan: Januari 2015

Potensi Rumput Laut Jabar Belum Digarap Maksimal

Bandung- Potensi budi daya rumput laut di Jawa Barat sangat besar tetapi belum digarap secara optimal untuk peningkatan kemakmuran masyarakat setempat. Selama ini masyarakat di pesisir pantai Jabar masih mengandalkan perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jabar Ono Surono mengatakan potensi rumput laut di kawasan ini tersebar di delapan kabupaten yang memiliki pesisir partai. Pesisir pantai itu antara lain Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indaramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang. “Dengan teknis penanamannya yang cenderung mudah dan minim risiko baik yang di laut maupun di tambak,...

Read More

GERAKAN PAKAN MANDIRI (GERPARI), MANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM LOKAL, TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEMBUDIDAYA

Kemandirian usaha budidaya perikanan terus didorong untuk mewujudkan perikanan budidaya yang mandiri, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, untuk menjadi bangsa yang mandiri, khususnya dalam bidang perikanan budidaya, perlu didukung salah satunya melalui suatu gerakan yaitu Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). “Mengapa kita utamakan ke pakan?? Karena dalam suatu usaha budidaya perikanan, biaya pakan merupakan biaya yang terbesar. Dengan menekan biaya pakan maka keuntungan yang diperoleh pembudidaya akan lebih tinggi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya”, demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di sela-sela melakukan kunjungan kerja di wilayah...

Read More

MENTERI SUSI : NELAYAN BERHAK MENJAGA LAUT

KKPNEWS-Jakarta. Dalam koferensi pers, Rabu (14/01) Menteri Susi mengatakan akan menggalakan ‘Siskamling Laut’. Penangkapan kapal-kapal pencuri akan melibatkan stakholder dari nelayan. Hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemberantasan illegal fishing. Menurut Menteri Susi, setiap warga negara berhak untuk menjaga wilayahnya. “Nelayan kita tidak bisa menangkap kapal pencuri itu tidak mungkin, masa kalau ada kapal yang ingin mencuri dibiarkan saja. Kan itu tidak mungkin!”, kata Susi. Walaupun tidak ada dalam Undang-undang, menurutnya nelayan secara otomatis berhak menangkap para pencuri laut. “Misalnya, nelayan yang melihat tindakan pencurian di laut boleh melakukan penangkapan terhadap kapal tersebut”, kata Susi. Menteri Susi juga menuturkan akan mengganti bensin kapal nelayan yang berhasil menangkap kapal pencuri ikan. “Kalau perlu kita akan ganti bensin mereka yang sudah mengejar dan menangkap para pencuri laut kita”, ungkap Susi. Seperti sebelumnya, Menteri Susi memberikan apresiasi kepada Kelompok Nelayan Jaring Puput di Tanjung Balai, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Dengan semangat independen, mereka telah berhasil menangkap satu kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal di laut Indonesia. Setelah dicek dan diteliti oleh nelayan lokal, ternyata kapal tersebut tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Penangkap Ikan (SIKPI) yang diterbitkan pemerintah Indonesia. “Ada sejumlah dokumen perizinan yang ditemukan namun kedaluwarsa,” tambah Susi. Kendati demikian, Susi menjelaskan nelayan tidak berhak menghakimi pelaku pencuri ikan yang ditangkapnya. Prosesnya, setelah menangkap kapal pencuri, nelayan harus menyerahkannya ke penegak hukum. Senada dengan...

Read More

Infrastruktur Pengembangan Perikanan Budidaya Belum Memadai

Sebagaimana diketahui bah­wa, infrastruktur dalam pengem­bangan usaha perikanan budidaya dikelompokan atas 5 jenis yaitu, infrastruktur pokok, pendukung, penunjang, pelengkap dan penga­manan. Dalam kenyataannya sampai saat ini,  ke-5 jenis infrastruktur yang berada pada UPTD  perbenihan (tawar, laut dan payau) masih dalam kondisi tidak lengkap, sehi­ngga berdampak pada tidak maksi­malnya pelaksanaan operasional balai sendiri terutama yang terkait langsung dengan kemampuan untuk menghasilkan benih dan induk unggul bagi kepentingan budidaya perikanan. Hal ini termuat dalam Renstra DKP Provinsi Maluku pada Bab III tentang, Permasalahan Terkait Tu­gas dan Fungsi Pelayanan Bidang Budidaya Ikan Kondisi ketidakmampuan meng­hasilkan benih dan induk unggul oleh beberapa UPTD perbenihan milik DKP Provinsi Maluku ini, pada akhirnya akan berpengaruh terha­dap suplai benih untuk kepentingan pengembangan usaha masyarakat pembudidaya/pelaku usaha budi­daya perikanan dan akan berimbas pada permasalahan peningkatan hasil produksi yang berkualitas. (a). Distribusi dan pemasaran hasil perikanan budidaya belum optimal; Sebagaimana diketahui, sebaran daerah sentra produksi perikanan budidaya di Maluku menyebar dalam rentang kendali yang cukup luas pada 11 Kab/Kota. Walaupun kemampuan sentra-sentra produksi tersebut untuk menopang pengembangan usaha budidaya perikanan serta mening­katkan hasil produksi cukup men­janjikan, namun sebaran kawasan yang sedemikian luas menye­babkan munculnya permasalahan pada aspek pemasaran hasil yaitu, kurang kompetitifnya harga beli hasil produksi (harga pasar yang rendah) karena lebih didominasi oleh pasar lokal. Kondisi ini lebih diperparah dengan kurang mendukungnya jaringan transportasi, komunikasi dan infrastruktur penunjang lainnya (aksesibilitas), untuk menjangkau sentra-sentra produksi tersebut sehingga menyulitkan...

Read More

Kelompok Pembudidaya Mina Dadi Rejeki Banjarnegara Jawa Tengah

  Kabupaten Banjarnegara sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra perikanan air tawar. Dari Sub sektor perikanan telah mampu menghasilkan produk perikanan yang cukup  berkualitas baik benih ikan ataupun ikan konsumsi. Dengan pengairan yang lancar ditambah dengan adanya Bendungan Panglima Besar Sudirman, perkembangan usaha perikanan semakin maju pesat. Selain itu  Kabupaten Banjarnegara memiliki sumber air dari peresapan yang mengalir terus menerus tanpa mengenal musim musim. Usaha perikanan di Kabupaten Banjarnegara meliputi komoditas ikan gurami Osphronemus gouramy yang dibudidayakan di kecamatan Bawang, Purwanegara, Rakit dan Wanadadi. Kabupaten Banjarnegara juga menghasilkan komoditas ikan lele Clarias Batrachus di 4 (empat) kecamatan...

Read More

KOMITMEN TRANSPARANSI

FORM PENGADUAN LAYANAN PUBLIK

Pengaduan
Sending

JAJAK PENDAPAT

KEGIATAN BPBL AMBON

IMG-20170507-WA0007 IMG-20170507-WA0006 IMG-20170511-WA0008 IMG-20170511-WA0006 IMG-20170511-WA0005 IMG_0121 IMG_0113 IMG_0070 IMG_0027 IMG_0013 IMG_0005 IMG_9925 IMG_9923 IMG_9004 IMG_8982

Budidaya Ikan Konsumsi

Budidaya Clownfish

Gallery

IMG-20170507-WA0007 IMG-20170507-WA0006 IMG-20170511-WA0008 IMG-20170511-WA0006
Translate »