Perikanan budidaya terus didorong untuk meningkatkan produksinya dan juga dituntut untuk menjaga kualitas produksinya secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Produksi perikanan budidaya juga terus digalakkan untuk dapat mengganti ataupun menambahkan produksi ikan hasil penangkapan. “Perlu digarisbawahi disini, bahwa saat ini perikanan budidaya dituntut untuk lebih mandiri. Mandiri dalam arti tidak tergantung dari produk impor, baik itu bahan baku pakan ataupun sarana produksi. Disamping itu juga perlu memanfaatkan sumberdaya alam secara bijak sehingga dapat terus berproduksi secara berkelanjutan”, demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada saat memberikan pemaparan dalam acara Refleksi 2014 dan Outlook 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menambahkan, bahwa saat ini perikanan budidaya harus menuju ke arah yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. “Salah satu yang perlu digalakkan antara lain melalui swasembada induk dan benih unggul maupun penggunaan bahan baku pakan lokal untuk mengurangi impor bahan baku pakan ikan. Gerakan Kemandirian Pakan Ikan Nasional dan Swasembada induk dan benih unggul sangat penting untuk dilakukan sehingga kita tidak tergantung dari negara lain untuk mengembangan usaha perikanan budidaya. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dalam usaha perikanan khususnya perikanan budidaya”, tambah Slamet.

 

Gerakan Kemandirian Pakan Ikan Nasional adalah gerakan yang mendorong produksi pakan ikan dengan menggunakan bahan baku lokal dan tidak tergantung dari bahan baku impor. Melalui gerakan ini, para pelaku usaha didorong untuk secara kreatif dan inovatif untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya untuk memproduksi pakan dengan kualitas yang tidak kalah dengan pakan komersil dan harga yang lebih terjangkau dan tersedia secara cukup dan berkelanjutan. “Gerakan ini tidak bermaksud untuk menyaingi pakan ikan komersil yang sudah ada. Pakan pabrikan tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakan pada saat ikan berukuran kecil maupun pada saat masa akhir budidaya. Disamping itu pasar pakan juga masih terbuka lebar untuk budidaya udang yang semakin tumbuh dan budidaya ikan laut yang juga memerlukan pakan tambahan. Melalui Gerakan Kemandirian Pakan Ikan, kita akan memberdayakan kelompok pembudidaya untuk berkiprah dalam pembuatan pakan ikan mandiri sekaligus membuka lapangan pekerjaan di masyarakat”, tambah Slamet.

 

Produksi perikanan budidaya tahun 2014,data sementara adalah 14,5 juta ton, atau 107,97 % dari target yang telah ditetapkan sebesar 13,4 juta ton. Sedangkan target produksi perikanan budidaya tahun 2015 adalah sebesar 16,9 juta ton. Kebutuhan pakan ikan/udang secara nasional pada tahun 2015 mencapai 9,27 juta ton dimana 49 % nya merupakan kebutuhan pakan ikan air tawar seperti ikan mas, nila, gurame, patin dan lele. “Kebutuhan pakan merupakan hal yang harus diperhatikan. Gerakan Kemandirian Pakan Ikan akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan para pembudidaya ikan”, ungkap Slamet.

 

Slamet lebih lanjut mengatakan bahwa penggunaan bahan baku lokal dalam produksi pakan ikan oleh Kelompok Produksi Pakan Ikan Mandiri, diharapkan tidak mengganggu produksi pakan ikan nasional bahkan perusahaan pakan ikan didorong untuk menggunakan bahan baku pakan lokal untuk menggantikan bahan baku pakan impor. “Ketergantungan akan bahan baku pakan impor akan mempengaruhi harga pakan, dan karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan maka kondisi ini tidak akan menguntungkan pembudidaya. Sehingga diperlukan adanya Gerakan Kemandirian Pakan Ikan Nasional, yang akan mendorong perekonomian masyarakat sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraannya.”, ujar Slamet.

 

Gerakan kemandirian pakan ikan nasional akan mendorong terbentuknya segmen-segmen usaha mulai dari penyediaan bahan baku, gudang pakan dan bahan baku, proses produksi pakan dan juga pemasaran. “Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, akan memfasilitasi Kelompok Pakan Mandiri dalam menunjang kemandirian pakan ikan ini, seperti mensinergikan stakeholder seperti Perguruan Tinggi, Litbang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk membantu para kelompok pakan mandiri dalam mewujudkan gerakan kemandirian pakan ikan ini. Kemudian memfasilitasikan pada saat mereka membutuhkan permodalan maka kita akan gandeng dengan pihak perbankan,” pungkas Slamet.
Sumber: http://www.djpb.kkp.go.id/berita.php?id=1099