Kabupaten Banjarnegara sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra perikanan air tawar. Dari Sub sektor perikanan telah mampu menghasilkan produk perikanan yang cukup  berkualitas baik benih ikan ataupun ikan konsumsi. Dengan pengairan yang lancar ditambah dengan adanya Bendungan Panglima Besar Sudirman, perkembangan usaha perikanan semakin maju pesat. Selain itu  Kabupaten Banjarnegara memiliki sumber air dari peresapan yang mengalir terus menerus tanpa mengenal musim musim. Usaha perikanan di Kabupaten Banjarnegara meliputi komoditas ikan gurami Osphronemus gouramy yang dibudidayakan di kecamatan Bawang, Purwanegara, Rakit dan Wanadadi. Kabupaten Banjarnegara juga menghasilkan komoditas ikan lele Clarias Batrachus di 4 (empat) kecamatan (Purwanegara, bawang, Mandiraja dan Rakit), ikan patin pangasius hipothalmus di 3 (tiga) kecamatan yaitu kecamatan Bawang, Rakit dan Purwanegara serta ikan nila Oreochromis niloticu, atau Nile Tilapia  yang dibudidayakan di 4 (empat) kecamatan yaitu (Purwanegara, Bawang, mandiraja dan Rakit).

 

Desa Gumiwang merupakan salah satu desa di kecamatan Purwanegara dan merupakan kawasan minapolitan di wilayah Banjarnegara. Desa Gumiwang berada pada topografi datar dengan luas kurang lebih 397,99 Ha atau 5,25% dari luas wilayah kecamatan Purwanegara. Desa Gumiwang berada di ketinggian 220 meter dpl. Jarak desa ke kecamatan Purwanegara +4 km dan ke ibukota kabupaten sejauh 12 km. Potensi perekonomian Desa Gumiwang antara lain pertanian, perikanan, peternakan, industri pengolahan hasil pertanian/perikanan serta perdagangan. Desa Gumiwang Memiliki 37,049 Ha kolam budidaya ikan (3.607 Ha kolam pembenihan, 20.265 Ha kolam pendederan, 11.180 Ha kolam pembesaran). Air yang digunakan berasal dari bendungan PB Sudirman melalui jaringan irigasi, selain itu sumber air untuk usaha perikanan juga didapat dari sumber mata air. Jenis usaha yang dominan dilakukan adalah pendederan dan pembesaran ikan.

Berawal dari harapan yang dibangun bersama dibidang usaha perikanan atau lebih akrab disebut rasa manunggal sengkuyung maka dibentuklah kelompok pembudidaya ikan yang diberi nama ‘Mina Dadi Rejeki’ yang beralamat di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal 2 Januari  dengan beranggotakan warga setempat sebanyak 14 orang. Seiring berjalannya waktu keanggotaan berkembang menjadi 25 orang. Bersamaan dengan kegiatan pembesaran dan pendederan yang mulai beroperasi secara kontinyu, para pemuda dan para ibu dilingkungan tersebut mulai tertarik membuat usaha yang seiring sejalan yaitu kegiatan pengolahan dan pemasaran ikan. Kelompok usaha berbagai olahan produk perikanan ini dinamakan ‘Suka Nicky’.

Kelompok Mina Dadi Rejeki tumbuh dan berkembang secara terorganisir berdasarkan suasana kekeluargaan. Hal ini terbangun berdasarkan keakraban, keserasian dan kesamaan kepentingan dalam mendayagunakan untuk meningkatkan SDM dan kelestarian lingkungan dengan tujuan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan para anggota dan keluarganya. Organisasi yang diketuai oleh Udiyono didampingi oleh sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi (seksi hama penyakit, pengairan, pemasaran dan pembantu umum). Tugas dan tanggungjawab pengurus kelompok antara lain; (1)melakukan perencanaan, pembinaan, pengendalian dan evaluasi serta pelaporan terhadap usaha yang dijalankan kelompok dalam bidang pembudidayaan ikan di Desa Gumiwang; (b)menyediakan benih, permodalan dan pemasaran hasil usaha serta pemberian pelatihan dan bimbingan wira usaha kepada anggota kelompok agar dapat mandiri; (c)bersama dengan dinas/instansi terkait mengambil kebijakan dalam rangka pemecahan masalah yang timbul baik internal maupun eksternal dalam kegiatan operasional pengelolaa dan penyelenggaraan administrasi kelompok.

Dengan berjalannya waktu dan meningkatnya fungsi kelompok, kegiatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis namun dituntut harus mampu mengakomodir kebutuhan dan kesejahteraan anggota. Untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompokdan masyarakat sekitarnya maka dibentuklah sebuah koperasi yang kegiatannya meliputi penguatan modal, pelayanan saprokan, pemasaran hasil usaha dan kegiatan ekonomis lainnya. Keberadaan dan dinamika kelompok berada dalam pembinaan dan evaluasi pemerintah. Berdasarkan kemajuannya maka instansi yang bersangkutan memberikan apresiasi berupa tahapan pengukuhan terhadap kelompok Mina Dadi Rejeki, yaitu pada tahun 2011 menjadi kelas pemula, tahun 2012 menjadi kelas madya dan pada tahun 2013 menjadi kelas utama. Luas kolam yang diusahakan dan menjadi andalan kelompok +15 Ha, terdiri dari kolam pembesaran dan pendederan. Usaha produkstif yang dijalankan adalah pembenihan ikan nila yang berasal dari induk ikan nila gesit dan sultana, persilangan induk ikan nila kunti dan pandu yang menghasilkan benih ikan nila larasati dan induk ikan nirwana. Potensi benih yang dihasilkan mencapai 18.000.000 ekor/tahun, dan pendederan mencapai 67.572.000 ekor/tahun. Pengembangan usaha yang saat ini terus berjalan adalah pengembangan ikan  secara mandiri dan pengolahan ikan skala rumah tangga berupa keripik ikan, bakso ikan, nugget ikan, abon ikan dan lain-lain.

Prestasi yang telah diraih pada tahun 2014 adalah menjadi pemenang pertama lomba Kelompok Unit Pembenihan Rakyat (UPR) tingkat Kabupaten, dan tahun yang sama (2014) pada penilaian kinerja kelembagaan Pokdakan tingkat Nasional berhasil meraih juara pertama. Dengan keberhasilan ini diharapkan kelompok Mina Dadi Rejeki dapat mempertahankan prestasinya dan menjadi teladan bagi pembentukan kelompok lainnya. Sehingga pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat perikanan khususnya dan masyarakat umum lainnya.
Sumber: http://www.djpb.kkp.go.id/berita.php?id=1100