Bandung- Potensi budi daya rumput laut di Jawa Barat sangat besar tetapi belum digarap secara optimal untuk peningkatan kemakmuran masyarakat setempat.

Selama ini masyarakat di pesisir pantai Jabar masih mengandalkan perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jabar Ono Surono mengatakan potensi rumput laut di kawasan ini tersebar di delapan kabupaten yang memiliki pesisir partai.

Pesisir pantai itu antara lain Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indaramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang.

“Dengan teknis penanamannya yang cenderung mudah dan minim risiko baik yang di laut maupun di tambak, maka ini dapat menjadi usaha yang dapat memperbaiki pendapat nelayan,” katanya kepada Bisnis.com, Minggu (17/1/2015).

Kendati demikian, kendala penanganan pascapanen di mana masih sedikitnya perusahaan yang membeli produk rumput laut ini meskipun pemerintah sudah memberikan program bantuan dalam bentuk bantuan bibit kepada kelompok nelayan.

“Diharapkan ke depan program ini lebih ditingkatkan terutama jaminan penyerapan produksi ke perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Presidium Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Jabar Budi Laksana menambahkan selama ini potensi budi daya rumput laut besar, terutama di pantai selatan.

Namun, untuk pantai utara yang terbesar yakni perikanan tangkap karena lahannya sangat terbatas.

“Di pantai utara kalau untuk rumput laut potensinya tidak begitu besar. Kalau di pantai selatan memang besar,” katanya.

Menurutnya, selama ini potensi itu belum digarap optimal padahal mampu meningkatkan nilai pendapatan masyarakat di pesisir pantai.

 

Sumber : http://www.jasuda.net/beritadtl.php?ID=739