KKPNews-Jakarta. Sekitar 500 nelayan asal Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut yang tergabung dalam Nelayan Jawa Barat mendatangi Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta Pusat, Jum’at (6/2). Kedatangan nelayan ini disambut langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang didampingi pejabat Eselon I terkait.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Susi menyampaikan permintaan maaf atas dikeluarkannya PERMEN KP Nomor 1 Tahun 2015, karena ada beberapa nelayan lobster dan kepiting yang merasa dirugikan. “Namun walaupun terasa pahit, percayalah kebijakan PERMEN ini Ibu buat untuk kita semua, untuk semua nelayan Indonesia” ucap Susi.

Sebelumnya, nelayan menyampaikan keluh kesah pengalaman setelah diberlakukannya PERMEN tentang pembatasan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan itu. Dito, nelayan asal Jawa Barat sekaligus Ketua Kelompok Kawasan Konservasi Hutan Mangrove menyebutkan bahwa kebijakan itu sangat bermanfaat.

“Saya mewakili kelompok saya menyatakan terima kasih atas kebijakan yang telah Ibu Menteri keluarkan, khususnya untuk wilayah biota-biota laut dan sungai karena dengan adanya kawasan konservasi udang dan hasil perikanan lainnya akan melimpah dengan adanya peraturan ini,” ungkap Dito.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat Jeje menyebutkan bahwa kebijakan KKP sangat luar biasa. Selain itu Jeje juga mengharapkan agar KKP dan Menteri Susi tetap konsisten.

“Kami inginkan konsistensi dari kebijakan Ibu, karena kalau tidak konsisten maka akan sia-sia kebijakan yang telah Ibu buat,” tegas Jeje.

“Kami sadar untuk sekarang ini mungkin kami akan mengalami kerugian sesaat, namun apabila dipikir jauh ke depan untuk anak cucu kita, untuk keturunan kita nantinya maka ini sangat berguna” tambah Jeje.

“Illegal Fishing musnahkan Bu, alat tangkap yang tidak ramah lingkungan musnahkan, Bu,” teriak Nelayan.

 

Sumber : http://kkp.go.id