Ambon, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Nono Hartanto, M.Aq mensosialisasikan Rencana Pembangunan jangka Menengah (RJPM) 2015-2019 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP mempunyai target peningkatan produksi sebesar 31,2 juta ton. Sosialisasi ini dilakukan kepada seluruh keluarga besar BPBL Ambon pada saat Kepala BPBL Ambon menjadi Pembina apel besar kesadaran nasional tanggal 17 Februari 2015. Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala BPBL Ambon bahwa untuk merealisasikan target tersebut DJPB KKP memiliki beberapa kebijakan yang perlu diketahui oleh seluruh keluarga besar DJPB KKP, antara lain:
1. Kebijakan peningkatan produksi yang berdaya saing dan berkelanjutan dimana sumberdaya alam harus dijaga kelestariannya karena kekayaan alam bukan untuk kita saja tetapi harus sampai ke anak cucu kita. Pembangunan perikanan budidaya harus sustainable agar berdaya saing dan berkelanjutan. Eksplorasi harus berdasar pada keberlanjutan terutama terhadap lingkungan. Usaha perikanan yang dilakukan jangan hanya memikirkan keuntungan sesaat saja tanpa dampak yang ditimbulkan dimasa yang akan datang.

2. Gerakan pakan mandiri GEPARI merupakan gerakan untuk mengadakan pakan berbahan baku local atau dalam negeri yang dilakukan secara bertahap. Diharapkan dengan pakan ini harga pakan akan menjadi lebih murah sehingga marjin para pembudida dapat menjadi lebih tinggi. Dengan keuntungan yang pantas tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya dan selanjutnya produksi juga akan meningkat seiring dengan berkembangnya para pembudidaya.
3. Gerakan penggunaan induk dan benih unggul. Induk yang digunakan dan benih yang dihasilkan oleh UPT, HSRT dan UPR hendaknya mempunyai keunggulan terutama dari segi pertumbuhan dan tahan terhadap serangan penyakit. Dengan benih dan induk yang unggul masa pemeliharaan dapat dipersingkat dan SR dapat lebih tinggi yang selanjutnya tentu dapat mendukung peningkatan produksi.

4. Pengendalian penyakit dan lingkungan budidaya sangat penting dalam peningkatan produksi. Vaksinasi diperlukan untuk meningkatkan imunitas ikan dan meningkatkan pertumbuhan. Penggunaan vaksin pada ikan budidaya dirasa masih lemah sehingga perlu pengawalan dari UPT untuk mengurangi kesan masyarakat yang belum semuanya bisa menerima atau belum percaya pengaruh vaksin sehingga harus digerakan melalui percontohan.
5. Dalam meningkatkan produksi peranan Laboratorium HPI kedepan bukan hanya untuk memeriksa penyakit ikan saja, namun lebih jauh hendaknya mengembangkan Emmergency respon, uji terhadap antibiotic dan memonitoring residu.

Menutup sosialisasi ini Kepala BPBL Ambon menyatakan bahwa kebijakan DJPB KKP ini menjadi tugas bagi kita kedepan. Tugas tersebut memang berat namun kita hendaknya selalu semangat dan tetap optimis untuk melayani stake holder karena peningkatan produksi diperlukan ubtuk ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aquaculture akan menjadi tumpuan masa depan karena hanya melalui perikanan budidaya produksi dapat ditingkatkan dimana kita ketahui bersama produksi melalui penangkapan semakin sulit untuk ditingkatkan.