JAKARTA — Pemerintah menargetkan produksi perikanan budidaya mencapai 31,32 juta ton pada 2019 untuk mewujudkan visi ketahanan pangan.
Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan target tersebut terdiri dari rumput laut, ikan budidaya laut, dan ikan budidaya tawar.
“Target 31,32 juta ton terdiri dari sekitar 22 juta ton produksi rumput laut dan 9 juta ton untuk perikanan budidaya lainnya, yang terdiri dari laut dan tawar,” ujarnya saat ditemui Bisnis.com, Kamis (29/1//2015).
Ikan budidaya, lanjutnya, dibagi dalam dua kelompok. Untuk perikanan budidaya laut, komoditas yang akan menjadi andalan adalah udang, kerapu, kakap merah, dan ikan hias. Sedangkan perikanan budidaya air tawar adalah ikan nila, patin, dan lele.
Nantinya, Indroyono mengatakan perlu menggarap masalah pakan, benih, dan virus, untuk dapat mencapai target tersebut. Sementara itu, rumput laut akan diupayakan dengan hulu dan hilir agar menghasilkan produk bernilai tambah, katanya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melaksanakan tujuh program unggulan untuk mencapai target tersebut. Tujuh program itu adalah pengembangan pakan ikan mandiri untuk menekan cost kurang dari 60%, pengembangan 100 sentra perikanan budidaya terpadu dengan pengolahan produk perikanan, peningkatan daya saing produk, peningkata produksi perikanan, penyediaan induk dan benih unggu, pelestarian dan keberlanjutan sumber daya perikanan budidaya, dan pengembangan kewirausahaan pembudidaya ikan.
Target produksi perikanan budidaya ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, produksi perikanan budidaya ditargetkan sebesar 17,9 juta ton.
Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan mengingat pada 2014 produksi perikanan budidaya hanya di kisaran angka 13 juta ton.
Sumber : http://industri.bisnis.com/read/20150130/99/396778/