Jakarta. Dalam rangka menjaring aspirasi di bidang kelautan dan perikanan, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke tiga provinsi yakni Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara. Kunjungan dilakukan selama empat hari pada tanggal 23 s.d 26 Februari 2015.

Daerah yang menjadi lokasi kunjungan tim rombongan Komisi IV di Provinsi Kalimantan Selatan adalah kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya di Cindai Alus, Kabupaten Banjar. Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi IV menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pengembangan kawasan minapolitan di daerah tersebut. Pengembangan kawasan ini telah mendorong peningkatan produksi secara signifikan dan mendukung perekonomian daerah.

“Minapolitan perikanan budidaya telah berhasil menjadi contoh daerah lain yang memiliki potensi serupa, sehingga memberikan dampak yang positif bagi daerah lainnya”, demikian disampaikan Slamet Soebjakto, pada saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi NTT, Pimpinan rombongan Herman Khoeron yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengatakan yang perlu di dorong NTT adalah potensi kelautan, terutama perikanan dan garam. Hal itu merujuk pada iklim tropis yang dominan di NTT.

Selain itu Herman menyampaikan Sumber Daya Manusia merupakan bagian penting dalam pembangunan kelautan dan perikanan.  “NTT menjadi perhatian kami (DPR) dan mitra kami. Target dari kami adalah target peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor ekonomi di NTT “, ungkap Herman saat mengunjungi SUPM Kupang.

Dengan kondisi seperti itu menurut Kepala Badan Pengembangan SDMKP Suseno Sukoyono yang turut hadir mendampingi kunjungan tersebut, maka perlu dikembangkan perikanan budidaya dan penambahan nilai tambah terhadap produk kelautan dan perikanan.  “Sehingga, peran sumber daya manusia dan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan menjadi sangat penting dan strategis,” ungkap Suseno.

Saat mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menyatakan, maksud kunjungannya untuk saling memberi masukan. “Kami sengaja datang kesini untuk membatu berbagai infrastruktur, karena sulut merupakan salah satu provinsi yang sangat strategis serta merupakan salah satu daerah kepulauan dan perbatasan”, jelas Edhy.

Edhy juga menyebutkan beberapa hal setelah disahkannya APBN 2015. “Harapannya dana APBN murni yang masuk ke-sulut dapat di manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat, karena itu kami siap membantu membangun daerah ini”, ujar Edhy.

Ia juga menambahkan selama beberapa hari berada di daerah ini pihaknya juga akan menyerap berbagai aspirasi rakyat yang ada di Bitung, Tomohon, Tandano serta akan melihat Bunaken. “Tim juga akan menyerap aspirasi rakyat karena sebagian besar rakyat sulut bergantung dari sektor perikanan dan kelautan,” pungkas Edhy.

 

Sumber : www.kkp.go.id