Ambon. Pengembangan kawasan perikanan budidaya merupakan salah satu mata rantai utama pemasok kebutuhan bahan baku bagi industri hilir perikanan. Dalam upaya mendorong tumbuhnya kawasan perikanan budidaya baru di tahun 2015 maka Dirjen Perikanan Budidaya melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon melaksanakan program percon1tohan kawasan budidaya perikanan di Provinsi Maluku. Sebagai tahap awal dari implementasi program percontohan perikanan budidaya maka pada tanggal 26 Maret 2015 bertempat di aula BPBL Ambon dilaksanakan kegiatan sosialisasi kepada stake holder terkait.

Sosialisasi ini diikuti oleh kelompok pembudidaya kota Ambon, kelompok pembudidaya ikan Kabupaten Seram Bagian Barat, kelompok pembudidaya ikan dan rumput laut Kabupaten Maluku Tenggara, kelompok pembudidaya ikan dan rumput laut Kota Tual, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku serta undangan lainnya.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Dr. Ir. Romelus Far-Far, M.Si. dalam sambutannya Romelus Far-far menyatakan bahwa ia mendukung kegiatan demfarm yang diadakan oleh BPBL Ambon ini dan dijadikan untuk diikuti oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama kepala BPBL Ambon, Ir. Nono Hartanto, M.Aq menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membangun pemahaman dari kelompok pembudidaya ikan pelaksana demfarm terhadap standar operasional prosedur (SOP) program demfarm sehingga diharapkan dengan adanya pemahaman itu kelompok pembudidaya pelaksana dapat berhasil dalam usahanya, berkelanjutan dan dalam menjalankan usahanya dapat mengakses bantuan dari perbankan.

Adapun materi yang disosialisasikan antara lain kebijakan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tentang percontohan kawasan perikanan, manajemen keuangan kelompok, manajemen administrasi kelompok, HSRT, teknik budidaya ikan kerapu, teknik budidaya ikan kuwe, teknik budidaya ikan hias laut dan kebun bibit dan produksi rumput laut.