BALI. Indonesia merupakan salah satu produsen hasil perikanan budidaya (akuakultur) terbesar di dunia.Bahkan, dengan produksi akuakultur yang mencapai 14,52 juta ton (data sementara) pada tahun 2014, Indonesia terus berupaya meningkatkan produksinya melalui pemanfaatan potensi yang ada, baik itu di sektor air tawar, payau maupun laut.

Oleh karena itu, salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah  Indonesia guna meningkatkan hasil akuakultur, khususnya dalam bidang perikanan budidaya adalah melalui keanggotaan dalam Network of Aquaculture Centres in Asia Pacific (NACA).

“Keanggotaan Indonesia dalam NACA ini sesuai dengan konsep pembangunan perikanan budidaya yang ada saat ini,” ucap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada acara pembukaan 26th NACA Governing Council Meeting, Selasa (5/5), di Bali.

Adapun konsep pembangunan perikanan budidaya saat ini terdiri dari mendorong pembangunan pedesaan melalui usaha budidaya perikanan, meningkatkan produksi pangan menuju ketahanan pangan, meningkatkan devisa Negara dan juga melakukan diversifikasi produksi akuakultur secara terintegrasi

Oleh karena itu, Slamet mengharapkan, pelaku usaha akuakultur yang merupakan masyarakat pedesaan, wajib mengambil posisi dan memanfaatkan organisasi seperti NACA. Hal tersebut dimaksudkan guna melakukan transfer teknologi dan komunikasi, guna perkembangan terbaru perikanan budidaya. Sehingga kemudian bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sektor pembudidaya.

Sumber : @jitunews: http://www.jitunews.com/