JAKARTA. Setelah sukses dengan Sail Raja Ampat 2014 lalu, tahun ini pemerintah kembali menyelenggarakan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015. Acara tersebut sengaja diadakan agar potensi kelautan khususnya untuk wilayah Tomini-Sulawesi Tengah (Sulteng), bisa terdengar gaungnya.

“Sail Tomini dan Festival Boalemo diadakan di kawasan Teluk Tomini, dan merupakan sebuah model percepatan pembangunan di daerah tertinggal, serta pulau-pulau kecil di Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, saat melakukan launching Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 di Epicentrum Walk, Selasa (5/5), di Jakarta.

Selain itu, menurut Puan, penyelenggaraan Sail ini merupakan upaya pemerintah di dalam mewujudkan penguatan strategi pembangunan kelautan dan maritim, untuk bersama-sama secara sinergis membangun Indonesia sebagai negara maritim yang maju dan mandiri. Oleh karena itu, acara ini patut didukung karena sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan, serta program pemerintah yang akan difokuskan pada upaya percepatan peningkatan produksi perikanan, pengembangan energi dan mineral kelautan, pengembangan kawasan wisata bahari, dan kemampuan industri maritim dan perkapalan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan, Teluk Tomini merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan sumberdaya alamnya yang kaya. Misalnya saja, terumbu karang, hutan mangrove, hingga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan spesies endemik Tuna Sirip Kuning, serta spesies lainnya.

“Rangkaian penyelenggaraan Sail Tomini 2015 akan diselenggarakan mulai dari saat peluncurannya pada hari ini sampai dengan penyelenggaraan acara puncak Sail Tomini, yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal tanggal 19 September 2015 di pantai Kayubura, desa Pelawa Baru, kabupaten Parigi Mountong, provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Sumber : @jitunews: http://www.jitunews.com