Ambon.  Direktur perbenihan atas nama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Drs. Djumbuh Rukmono, M.P. pada hari Kamis, 27 Mei 2015 membuka secara resmi Temu Konsolidasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laut di Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. dalam sambutannya Djumbuh Rukmono menyampaikan bahwa secara nasional Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya akan meluncurkan program restocking benih ikan budidaya, pengembangan ikan kakap putih besar-besaran secara nasional dan pengembangan rumput laut untuk kebutuhan industri dan masyarakat. Hal ini perlu mendapat dukungan dari seluruh UPT lingkup DJPB karena tanpa dukungan UPT maka itu akan sulit dilakukan. Djumbuh Rukmono berharap bahwa Temu Konsolidasi UPT Laut 2015 dapat dijadikan ajang diskusi untuk menghasilkan rekomendasi sehingga bisa dijadikan acuan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam menyusun program pengembangan perikanan budidaya laut secara nasional dan melalui ajang ini juga dapat mendorong lebih cepat inisiasi menumbuh kembangkan UPTD dan HSRT-HSRT laut sebagai pendukung pengembangan budidaya perikanan laut secara signifikan. IMG_1797

Pada kesempatan yang sama Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Ir. Nono Hartanto, M.Aq menyatakan bahwa beberapa isu penting yang menjadi pembahasan pada Temu Konsolidasi UPT Laut yang kedua ini antara lain : 1. Penyediaan bibit rumput laut dan ikan yang sangat besar dimana ini sudah menjadi salah satu tupoksi UPT Laut guna mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya secara nasional. 2. Antisipasi adanya kelesuan pasar ikan kerapu akibat kebijakan di Negara tujuan ekspor, yaitu China dan keberhasilan budidaya kerapu di negara-negara yang secara geografis lebih dekat dengan China sehingga secara ekonomis lebih menguntungkan jika produk perikanan laut diambil dari Negara-negara tersebut, 3. Tingginya harga benih, pakan baik pellet maupun ikan rucah juga menjadi faktor yang menurunkan daya saing produk perikanan budidaya nasional. Nono Hartanto berharap pertemuan Konsolidasi UPT Laut kedua ini dapat memberikan solusi dan terobosan yang terbaik agar pengembangan marikultur nasional ke depan dapat menjadi leading sektor budidaya mengingat potensi lahan, kondisi oseanografis, komoditas dan kebutuhan ikan budidaya yang besar.

IMG_1915

Sementara itu ketua Panitia Temu Konsolidasi UPT Laut Jafar Sidik, SE menyatakan bahwa Temu konsolidasi ini merupakan yang kedua, dimana tempat penyelenggaraannya dilaksanakan secara bergiliran dan Tahun 2015 yang menjadi tuan rumah adalah Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. Dihadiri oleh Direktur Prasarana dan Sarana Budidaya yang diwakili oleh Kasie Standarisasi Subdit Prasarana dan Sarana Budidaya Laut, Kepala BBPBL Lampung beserta 4 orang staf, Kepala BPBL Lombok beserta 1 orang staf, Kepala BPBL Batam (yang diwakili oleh 1 orang Perekayasa Madya) dan 2 orang staf, dan Kepala BPBL Ambon dan staf dengan Narasumber Bapak Prof. Dr Ir. Ketut Sugama, M.Sc, dan Dr. Ir. Muhammad Murdjani, M.Sc.

lebih lanjut disampaikan oleh Jafar Sidik bahwa tujuan dari Temu Konsolidasi UPT Laut Tahun 2015 adalah ajang silaturahmi, sharing informasi teknologi, solusi permasalahan budidaya perikanan laut, dan membangun sinergitas kerja antar UPT Laut.