Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan hampir 99,99 persen kapal eks asing terlibat dalam illegal fishing. “Setidaknya tidak melaporkan hasil tangkapannya,” ujarnya saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Barat, Jakarta, Selasa (26/5).

Dalam kunjungannya, Menteri Susi didampingi Sekretaris Jenderal Sjarief Widjaja dan Ketua Tim Satgas IUU Fishing Mas Achmad Santosa diterima langsung oleh Redaksi Tempo dan jajarannya. Adapun topik yang dibahas adalah seputar illegal fisihing.

Sejak November 2014 lalu, pemerintah melarang kapal eks asing mencari ikan di perairan Indonesia dengan menerbitkan kebijakan moratorium perizinan. Selama moratorium, terhadap kapal-kapal tersebut dilakukan analisis dan evaluasi oleh Tim Satgas IUU Fishing.

Dari total 1.132 kapal eks asing yang berasal dari 184 perusahaan penangkapan ikan belum ada satu pun yang dinyatakan lolos analisis dan evaluasi Tim Satgas IUU Fishing. “Saya tidak berpikir ada yang masuk dalam kategori lolos,” ungkapnya.

Ketua Tim Satgas IUU Fishing menambahkan sekitar 49 persen kapal dan perusahaan pemilik kapal berpotensi melakukan pelanggaran pidana, yakni pencurian ikan hingga perdagangan manusia dan perbudakan. “Itu belum termasuk pelanggaran terkait laporan keuangan dan pajaknya,” tegas Mas Achmad.

 

Sumber : http://kkp.go.id