Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelontorkan dana sebesar Rp 100 miliar per pulau untuk mengangkat perekonomian masyarakat di pulau-pulau kecil dan terluar. “Pada tahun ini program pengembangan pulau kecil dan terluar dirintis di lima pulau, yaitu Simeulue, Natuna, Sangihe, Merauke, dan Saumlaki,” ujar Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjadja saat konfrensi pers di GMB I, Kantor KKP, Jakarta, Rabu (19/8).

“Tahun depan kita tambah lagi, ada Talaud, Morotai, Biak, Kisar, Timika, Tual, dan beberapa di daerah pesisir, seperti di utara Bali dan Pulau Rote, Nunukan, serta Sarmi di Jayapura,” tambahnya.

Secara bertahap, KKP menargetkan 31 pulau kecil-terluar yang berpenduduk sudah terangkat perekonomiannya, dalam lima tahun depan. “Setiap kawasan, kita target gelontorkan Rp 100 miliar. Kita berharap dengan dana dan program yang terpadu, maka pulau-pulau tersebut bisa mandiri dan tidak akan bergantung lagi,” jelasnya.

Pengembangan ekonomi masyarakat di pulau kecil dan terluar menjadi salah satu prioritas KKP. Sebab, peran pulau kecil dan terluar amat penting bagi kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga menjelaskan Indonesia terdiri dari 17.504 pulau, dimana sebanyak 13.466 di antaranya sudah bernama dan terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dari pulau yang bernama dan terdaftar itu, sebanyak 92 diantaranya ada di kawasan perbatasan. “Sebanyak 31 pulau dari 92 itu berpenghuni,dan 61 pulau tidak berpenghuni,” tutupnya.

Sumber : kkp.go.id