Ambon – Sebanyak 100 orang di Ambon mendapat pelatihan budidaya hasil laut atas prakasa Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo. Program ini  mendapat bantuan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Untuk memaksimalkan sumber daya alam di Ambon dan membantu warga, Kodam XVI/Pattimura bersama PT BRI memberikan pelatihan budidaya hasil laut. Ini sebagai salah satu upaya untuk mempercepat perwujudan Provinsi Maluku sebagai lumbung ikan nasional.

Acara pembukaan pelatihan sekaligus penyerahan dana bantuan oleh BRI dilakukan di Lapangan Mayonif 733/Raider, Waiheru Kecamatan Baguala, Ambon, Kamis (10/9/2015). Dipimpin oleh Pangdam Pattimura Mayjen Doni Monardo, acara dihadiri oleh Direktur Utama BRI Asmawi Syam, Wagub Maluku Zeth Sahuburua dan sejumlah tokoh daerah lainnya.

“Pelatihan ini adalah upaya dari Kodam, Polda, Pemprov Maluku yang bekerjasama dengan BRI serta balai perikanan budidaya laut,” ungkap Mayjen Doni dalam sambutannya.

Menurut Doni, pelatihan ini bertujuan untuk membantu pemda dalam rangka penyediaan lapangan pekerjaan dan juga merealisasikan agar Maluku menjadi lumbung perikanan nasional juga terkait dengan ketahanan pangan.

“Ikan di Maluku luar biasa, biota laut sangat banyak dan bisa membuat ekonomi tinggi,” kata Doni yang berharap agar program ini bisa menjadi embrio bagi wirausahawan baru.

Total ada sekitar Rp 1,5 Miliar yang disumbangkan BRI sebagai program CSR mereka. Nantinya akan ada 9 kelompok kampung di Ambon yang mengikuti program ini, termasuk di juga dengan anggota TNI, Polri.

Kegiatan pelatihan meliputi pengenalan Karamba Jaring Apung (KJA), budidaya udang, penangkaran beniih, budidaya ikan konsumsi dan ikan hias, serta perawatan pengobatan komoditas budidaya laut. Dana CSR ini akhirnya dibagi menjadi paket di mana 5 kelompok akan membuat budidaya ikan di kolam-kolam, dan 4 dengan cara KJA.

“Maluku sejak 2010 ditetapkan sebagai lumbung ikan. Maluku memiliki potensi ikan tangkap 1,6 juta ton tapi yang baru dimanfaatkan baru 21 persen. Kekayaan laut di Maluku harus dikelola dengan baik,” tutur Dirut BRI Asmawi.

“Kondisi geografis ini yang buat BRI ingin cepat mewujudkan lumbung ikan nasional di Maluku. Untuk itu kami membantu program Kodam. Program ini sangat perlu diapresiasi,” sambungnya.

Sementara itu pemerintah daerah mengucapkan terima kasih baik kepada Kodam maupun BRI atas program ini. Wagub Maluku Zeth Sahuburua  mengakui meski potensi hasil laut di Maluku sangat besar, namun belum banyak didayagunakan dengan baik.

“Saya berikan penghargaan dan apresiasi kepada pangdam, baru bertugas selama sebulan sudah punya gagasan untuk mensejahterakan masyarakat Maluku. Saya juga berterimakasih kepada Dirut BRI yang mau membantu memberi sumbangan,” ujar Zeth.

“Kita pemda akan membantu dengan sungguh-sungguh program ini. Karena potensi ikan kita, produksi 1,6 juta ton ikan setahun tapi belum didayagunakan dengan baik,” imbuhnya.

Usai acara serahterima bantuan dari BRI, Doni dan Asmawi pun datang mengunjungi penangkaran benih dan ikan di Balai perikanan Budidaya Laut Maluki. Kemudian rombongan juga sempat mengecek karamba yang ada di tengah Teluk Ambon.

Nantinya BRI menurut Asmawi juga akan bekerjasama dengan para petani ikan jika program mereka berhasil usai pelatihan berlangsung. Salah seorang peserta pelatihan mengaku sangat senang dengan adanya program ini.

“Saya senang dengan program ini, bisa mudah cari ikan dan dapat modal. Biasanya cuma tangkap lalu langsung jual. Kadang pakai jaring kecil, tapi cuma bisa ikan kecil aja. Makanya ikut pelatihan ini supaya tau bagaimana budidaya. Saya maunya nanti karamba,” tukas seorang nelayan yang ikuti pelatihan, Nusmay Mayaud.

 

Sumber : detik.com