Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, Indonesia memiliki banyak jenis spesies ikan hias, salah satunya adalah ikan Botia atau ikan ‘Nemo’ Indonesia. Ikan yang berasal dari Kalimantan Barat ini adalah ikan dengan penjualan tertinggi kedua setelah spesies Arwana Super Red.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat yang diperoleh merdeka.com dari, penjualan ikan Botia di dalam negeri pada Januari dan Februari 2015 mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,4 miliar dengan pengiriman Botia sebanyak 4 juta dan Rp 42,2 miliar pada Februari 2015 dengan pengiriman sebanyak 14 juta Ikan.

Pada Mei, penjualan ikan ini mampu menghasilkan Rp 1,9 milliar dengan pengiriman ikan sebanyak 656.000.

Penjualan ini hanya kalah dengan Arwana jenis Super Red yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 279 miliar dengan total pengiriman sebanyak 79.000 ikan per Oktober 2015.

Tak hanya melakukan penjualan di dalam negeri, ikan hias mungil ini juga melakukan ekspansi ke kawasan Asia.

“Pengiriman ikan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga banyak dikirim ke Jepang, Singapura, Korea, Brunei, Malaysia, China. Ekspor terbanyak itu ke China,” ujar Pengawas Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat, Paulus Saputro, kepada merdeka.com di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/11).

Ekspor tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp 120 juta dari Januari hingga Februari. Sementara, pada Mei 2015 hingga Oktober 2015 tidak ada penjualan lantaran terjadi kemarau panjang dan menyebabkan air surut sehingga ikan ini sulit untuk dicari.

“Sangat laku, ikan ini lebih banyak di ekspor. Ikan Nemonya air tawar, saat di aquascape air tawar perpaduan hiasan akuarium dengan ikannya indah warnanya. Gerakan saat di aquarium sangat natural layaknya seperti di laut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Paul menambahkan jika Botia ini termasuk ikan musiman yang tidak setiap saat ada. Sehingga, membuat ikan ini juga tidak bisa di ekspor secara terus menerus.

“Kalau saat musim hujan ikan ini mudah didapat. Kendala ini bikin kita tidak bisa ekspor terus,” jelasnya.

Perlu diketahui, ikan Botia ini termasuk ikan yang berumur panjang dan bisa hidup puluhan tahun. Panjang ikan ini bisa mencapai 30-40 cm. Untuk penyebaran benih ikan botia ada di daerah Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu. Habitat ikan ini banyak ditemukan di dasar perairan.

 

Sumber : http://www.merdeka.com