Bulan: Desember 2015

GUNAKAN BAHAN BAKU DALAM NEGERI UNTUK PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI

Peningkatan kemandirian pembudidaya ikan, terus di dorong oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), salah satunya melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). GERPARI menjadi salah satu program utama DJPB menuju kedaulatan dan kemandirian. “GERPARI akan mendorong pembudidaya untuk tidak lagi tergantung dari bahan baku pakan impor. Sumberdaya alam negeri kita ini sangatlah besar dan banyak yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan bahan baku pakan impor tersebut”, demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat memberikan pengarahan kepada para penerima mesin pellet ikan di Bogor, belum lama ini. Slamet lebih jauh mengatakan bahwa produksi perikanan budidaya...

Read More

EVALUASI KINERJA UNTUK WUJUDKAN PERIKANAN BUDIDAYA MANDIRI, BERDAYA SAING DAN BERKELANJUTAN

Jakarta, Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama kurun waktu setahun ini, telah berhasil dilaksanakan dengan beberapa keberhasilan dan pencapaian. Untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan selama 2015 dan melakukan penajaman program tahun 2016, DJPB menggelas Evaluasi Kinerja Perikanan Budidaya, Bogor. “Evaluasi kinerja ini dilakukan untuk melihat sejauh apa pencapaian target program kerja selama 2015, melihat program apa saja yang belum maksimal dalam pelaksanaannya dan juga yang belum terlaksana. Kemudian, untuk program yang sudah terlaksana dan tercapai sasarannya, diperlukan rencana konkrit di tahun 2016”, demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di Bogor....

Read More

Perikanan Budidaya Disuntik Anggaran 3 Kali Lipat, Lima Komoditas Digenjot Produksinya

Setelah sektor perikanan tangkap mengalami over fishing, Pemerintah Indonesia mulai fokus untuk mengembangkan sektor perikanan budidaya yang bisa dibuat di laut ataupun daratan. Untuk pengembangan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun anggaran (TA) 2016 mendatang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 triliun. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, alokasi yang meningkat tiga kali lipat tersebut, dimaksudkan agar Perikanan Budidaya bisa leluasa untuk mengembangkan potensinya sebaik mungkin. Sehingga, ke depan diharapkan perikanan budidaya bisa berperan lebih banyak untuk menyuplai ikan untuk pasar domestik maupun internasional. “(Perikanan) Budidaya (tahun) 2016 dianggarkan Rp1,6 triliun atau lebih 3 kali dari 2015, karena...

Read More

2016, Perikanan Tangkap dan Budidaya Tetap Jadi Andalan

Jakarta, Industri perikanan tangkap dan budidaya perikanan masih akan menjadi tumpuan utama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menggenjot produksinya pada 2016 mendatang. Dua sektor tersebut dipilih, karena produksinya selama ini selalu mendominasi dibandingkan sektor lain. Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja di Jakarta, Selasa (29/12/2015) mengatakan, untuk produksi perikanan secara keseluruhan dari kuartal I hingga III 2015 terjadi peningkatan signifikan. Pada kuartal I, produksi mencapai 4,36 juta ton dan kemudian naik signifikan menjadi 15,35 juta ton pada kuartal III. “Hal itu, menunjukkan bahwa kinerja perikanan dan kelautan terus membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Ini yang akan terus kita jaga di...

Read More

Hemat Anggaran, Kinerja KKP Tidak Berbasis Serapan

Jakarta –  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menghemat anggaran negara sebesar Rp 1,5 Triliun atau 15 persen dari pagu APBN Perubahan 2015 sebesar Rp 10,5 Triliun. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja dalam konferensi pers di Kantor KKP Jakarta, Selasa (29/12). “Jadi kalau kita sekarang dapat Rp 10,5 triliun di tahun 2015 ini, kemudian kemarin dari hasil penyisiran kami, alhamdulillah KKP mampu melakukan penghematan sebesar Rp 1,5 Triliun. Dan itu sudah kita kembalikan kepada kas negara”, terangnya. Lebih lanjut, Sjarief mengatakan, meski meminimalisir penggunaan uang negara, namun KKP tetap mengerjakan target kinerja. Sjarief menilai, penggunaan uang negara yang efisien dengan target yang sama, akan menjadi lebih baik. Sehingga organisasi yang ada di dalamnya juga dapat lebih sehat. “Ada hal-hal yang belum kita serap terkait dengan efisiensi tender dan sebagainya itu yang bisa bertambah lagi. Dengan target sama, tapi penggunaannya lebih efisien, lebih baik, sehingga organisasinya juga lebih sehat. Prinsipnya demikian”, terangnya. Nantinya, sisa dana sebesar Rp 1,5 Triliun tersebut akan diminta kembali di 2016 sebagai carry over 2015. Anggaran itu akan digunakan untuk program yang diperuntukkan masyarakat langsung, seperti pembelian kapal, penambahan jaring apung dan alat tangkap. Saat ini, KKP memegang prinsip, target kinerja tercapai dengan seminimum mungkin menggunakan uang negara. Dengan kata lain, kinerja KKP tidak diukur dari seberapa besar anggaran yang diserap.   Sumber :...

Read More
  • 1
  • 2

KOMITMEN TRANSPARANSI

FORM PENGADUAN LAYANAN PUBLIK

Pengaduan
Sending

JAJAK PENDAPAT

KEGIATAN BPBL AMBON

IMG-20170507-WA0007 IMG-20170507-WA0006 IMG-20170511-WA0008 IMG-20170511-WA0006 IMG-20170511-WA0005 IMG_0121 IMG_0113 IMG_0070 IMG_0027 IMG_0013 IMG_0005 IMG_9925 IMG_9923 IMG_9004 IMG_8982

Budidaya Ikan Konsumsi

Budidaya Clownfish

Gallery

IMG-20170507-WA0007 IMG-20170507-WA0006 IMG-20170511-WA0008 IMG-20170511-WA0006
Translate »