Jakarta, Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama kurun waktu setahun ini, telah berhasil dilaksanakan dengan beberapa keberhasilan dan pencapaian. Untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan selama 2015 dan melakukan penajaman program tahun 2016, DJPB menggelas Evaluasi Kinerja Perikanan Budidaya, Bogor.

“Evaluasi kinerja ini dilakukan untuk melihat sejauh apa pencapaian target program kerja selama 2015, melihat program apa saja yang belum maksimal dalam pelaksanaannya dan juga yang belum terlaksana. Kemudian, untuk program yang sudah terlaksana dan tercapai sasarannya, diperlukan rencana konkrit di tahun 2016”, demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di Bogor.

Slamet menambahkan bahwa kegiatan evaluasi yang akan dilakukan sekarang ini akan meliputi kegiatan di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup DJPB. “Disamping itu kita juga lakukan evaluasi kinerja pembangunan perikanan budidaya di Dinas Kelautan dan Perikanan di setiap propinsi, yang menggunakan anggaran dari pusat dan juga dukungan dari daerah. Untuk tingkat pusat atau direktorat telah dilaksanakan sebelumnya”, jelas Slamet.

“Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, terkait penguatan program di tahun 2016, penggunaan kata-kata bersayap di anggaran kita sudah kita hilangkan. Tidak ada lagi kata-kata “pengembangan, penguatan, pemberdayaan, pengelolaan dan kata-kata sejenis. Disamping itu, anggaran DJPB di tahun 2016 sebesar Rp. 1,67 trilyun, 80,04 % nya di fokuskan untuk masyarakat. Selebihnya, baru digunakan untuk dukungan manajemen dan belanja pegawai”, papar Slamet

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa perikanan budidaya menjadi unggulan dan cukup potensial dalam mendukung program kerja Pemerintah yang termaktub dalam Nawacita. “”Kita juga terus mendorong pembangunan perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan”, pungkas Slamet.

 

Sumber : http://www.djpb.kkp.go.id