Peningkatan kemandirian pembudidaya ikan, terus di dorong oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), salah satunya melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). GERPARI menjadi salah satu program utama DJPB menuju kedaulatan dan kemandirian.

“GERPARI akan mendorong pembudidaya untuk tidak lagi tergantung dari bahan baku pakan impor. Sumberdaya alam negeri kita ini sangatlah besar dan banyak yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan bahan baku pakan impor tersebut”, demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat memberikan pengarahan kepada para penerima mesin pellet ikan di Bogor, belum lama ini.

Slamet lebih jauh mengatakan bahwa produksi perikanan budidaya secara global yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, akan membutuhkan bahan baku pakan dalam jumlah yang besar. “Sebagai contoh, apabila kita tergantung dari tepung ikan yang berasal dari hasil tangkapan di laut, maka dengan semakin terbatasnya hasil tangkapan tersebut maka kebutuhan tepung ikan dunia tidak akan bisa terpenuhi sehingga harganya akan semakin mahal, dan ujung-ujungnya harga pakan juga akan semakin tinggi”, jelas Slamet.

“Disamping itu, seiring dengan semakin meningkatkan harga pakan khususnya pakan ikan dari tahun ke tahun, mulai dari sekarang kita harus kreatif berinovasi dan kreatif untuk menemukan bahan baku local sebagai pengganti bahan baku impor tersebut. Di sinilah GERPARI muncul sebagai salah satu solusi untuk membantu para pembudidaya dalam menyediakan pakan ikan yang murah namun berkualitas”, ungkap Slamet.

Pada tahun 2015, pemerintah mengalokasikan Rp. 58 milyar untuk mendukung GERPARI, dan akan meningkat menjadi Rp. 120 milyar pada tahun 2016. “Tahun depan, dengan adanya peningkatan anggaran tersebut, kita akan bantu para kelompok pakan ikan mandiri atau POKANRI dalam hal mesin pakan, distribusinya sampai dengan pengujian pakan yang dihasilkan. Kita harapkan, pakan ikan yang dihasilkan oleh POKANRI tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berkualitas”, terang Slamet.

“Kita juga akan melakukan penilaian terhadap semua POKANRI, dari segi kreatifitas, kontinyuitas, konsistensi, kualitas dan juga pengembangan usahanya. Sehingga akan mendorong munculnya POKANRI yang berprestasi. Untuk itu kami juga mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan bimbingan dan pembinaan”, papar Slamet.

Slamet menambahkan bahwa semua bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini bukan merupakan subsidi, tetapi ini merupakan stimulant untuk menggugah semangat masyarakat. “Ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah melalui KKP dalam meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang perikanan budidaya. Dengan masyarakat yang sejahtera, maka kemandirian akan semakin terwujud”, pungkas Slamet.

 

Sumber : http://www.djpb.kkp.go.id