Ambon – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon sebagai sumber teknologi budidaya ikan di Indonesia bagian Timur. Direktur Perbenihan, H. Sarifin mengatakan, BPBL Ambon merupakan sumber teknologi inovatif dan adaptif di Indonesia Bagian Timur, khususnya untuk wilayah Maluku dan Papua.

“Beberapa komoditas seperti Kerapu Sunu dan Bubara atau ikan Kuwe, telah mulai berhasil dipijahkan dan sudah menghasilkan telur ataupun larva. Perlu kerja keras lagi untuk meningkatkan sintasan dari larva, sehingga produksi benih nya dapat di tingkatkan”, papar Sarifin, Kamis (18/2).

Selain itu, tahun ini, di BPBL Ambon akan di bangun laboratorium dan green house rumput laut kultur jaringan. Pembangunan green house tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut, dengan kapasitas 56,5 ton bibit rumput laut kuljar per tahun.

“Bibit rumput laut kuljar ini mempunyai keunggulan pertumbuhan lebih cepat, gel strength lebih tinggi dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Ini sesuai dengan arahan Presiden RI untuk mengembangkan spesies rumput laut yang unggul untuk di olah lebih lanjut”, imbuh Sarifin.

Sarifin berharap, BBIP di wilayah kerja BPBL Ambon dapat mendukung program-program pemerintah pusat. “Kebutuhan benih ikan yang meningkat setiap tahun harus di dukung pemenuhannya melalui sinergi antara instansi pusat dan daerah. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM akan terjadi melalui sinergi ini dan hasilnya akan di rasakan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan benih, khususnya benih ikan laut”, ungkap Sarifin.

 

Sumber : kkpnews.kkp.go.id