Produksi perikanan budidaya akan terus di dorong melalui usaha budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan . Produksi dari budidaya laut atau marikultur adalah salah satu yang harus terus di tingkatkan. “Dengan pemanfaatkan lahan marikultur yang baru mencapai 2 % dari 11,8 juta ha, ini harus menjadi cambuk bagi kita untuk lebih bekerja keras memanfaatkanya, melalui  penerapan teknologi budidaya yang mengedepankan efisiensi dan ramah lingkungan”, demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada sambutan tertulisnya dalam Workshop BBIP di Wilayah Kerja Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon.

Slamet menambahkan bahwa sejalan dengan tiga pilar pembangunan yaitu Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan, perikanan budidaya juga akan di bangun untuk menjadi mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. “Sebagai implementasi dari hal tersebut, 80,04 % anggaran yang ada di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) atau setara dengan Rp. 1,3 trilyun, dialokasikan untuk bantuan langsung kepada masyarakat. Baik berupa sarana produksi perikanan budidaya seperti Induk, calon induk, pakan, KJA dan excavator, juga berupa teknologi terapan seperti Biofloc, Mina Padi, Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan (Kuljar)”, jelas Slamet.

“Budidaya laut seperti rumput laut menjadi tulang punggung produksi perikanan budidaya, karena saat ini 70% dari total produksi perikanan budidaya berasal dari rumput laut. Demikian juga komoditas budidaya laut lainnya baik ikan konsumsi seperti Bawal Bintang, Kakap Putih dan Kerapu, maupun ikan hias laut seperti Clown Fish, Mandarin Fish, Banggai Cardinal dan juga Blue Devil, ini akan terus di dorong produksi dan penyebaran teknologinya, salah satunya melalui BPBL Ambon”, terang Slamet.

BPBL Ambon Sumber Teknologi Budidaya Ikan di Indonesia Timur

Direktur Perbenihan, H. Sarifin, yang mewakili Dirjen Perikanan Budidaya, menyampaikan bahwa BPBL Ambon merupakan sumber teknologi inovatif dan adaptif di Indonesia Bagian Timur, khususnya untuk wilayah Maluku dan Papua. “Beberapa komoditas seperti Kerapu Sunu dan Bubara atau ikan Kuwe, telah mulai berhasil dipijahkan dan sudah menghasilkan telur ataupun larva. Perlu kerja keras lagi untuk meningkatkan sintasan dari larva, sehingga produksi benih nya dapat di tingkatkan”, papar Sarifin.

“Hal lain yang membanggakan adalah produksi ikan hias laut yang menjadi unggulan dan menjadi acuan dari instansi lain dalam membudidayakan ikan hias tersebut. Tahun ini, di BPBL Ambon akan di bangun laboratorium dan green house rumput laut kultur jaringan (kuljar), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut, dengan kapasitas 56,5 ton bibit rumput laut kuljar per tahun. Bibit rumput laut kuljar ini mempunyai keunggulan pertumbuhan lebih cepat, gel strength lebih tinggi dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Ini sesuai dengan arahan Presiden RI untuk mengembangkan spesies rumput laut yang unggul untuk di olah lebih lanjut”, imbuh Sarifin.

Melalui pertemuan ini, Sarifin mengharapkan agar BBIP di wilayah kerja BPBL Ambon dapat mendukung program-program pemerintah pusat. “Kebutuhan benih ikan yang meningkat setiap tahun harus di dukung pemenuhannya melalui sinergi antara instansi pusat dan daerah. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM akan terjadi melalui sinergi ini dan hasilnya akan di rasakan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan benih, khususnya benih ikan laut”, ungkap Sarifin.

Sarifin juga mengapresiasi KODAM XVI Pattimura yang saat ini juga mulai giat melakukan usaha perikanan budidaya. “Dengan memanfaatkan potensi yang terdapat di Maluku dan Maluku Tenggara, mengerahkan anggotanya untuk melakukan usaha budidaya ikan khususnya budidaya ikan laut. Dan bahkan ikut pelatihan budidaya laut di BPBL Ambon”, kata Sarifin.

Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo menyampaikan bahwa prajurit TNI AD harus mampu menjadi tauladan di segala bidang termasuk di usaha budidaya ikan. “Dengan melihat potensi laut yang ada di Maluku ini, budidaya ikan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan juga meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Dengan masyarakat yang sejahtera melalui usaha budidaya ikan, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan bangsa”, tutur Mayjen Doni.

 

Sumber : http://djpb.kkp.go.id