Jakarta – Penggunaan anggaran yang dianggap inefesiensi dan inefektif menjadi sorotan utama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat memberi arahan pada karyawan lingkup Inspektorat Jenderal KKP dalam Retreat hari ke empat di Hotel Atlet Century Jakarta, Kamis (25/2).

Menteri Susi pun menginginkan efisiensi anggaran tahun ini bisa ditekan hingga 30 persen dari anggaran yang ada di masing-masing direktorat. “Kita kejar inefisiensi anggaran 30 persen. Toleransi 10 persen. Try your best. Apapun niatnya best, pasti tidak akan jelek banget hasilnya. Karena niatnya udah best”, papar Susi.

Sementara untuk di lingkup Inspektorat Jenderal (Itjen), Menteri Susi menyampaikan inefisiensi dapat ditekan sebanyak 10 persen. Jika lebih dari itu harus ada tindak lanjut seperti forensik dan investigasi.

“Untuk Itjen yang mengawasi, harusnya bisa kurang dari 30 persen. Yang mengawasi harus lebih baik dari yang diawasi. Kita tolerirlah inefisiensi 2016 di lingkup Itjen dibawah 10 persen. Di atas itu, warna kuning. Maksudnya forensik, investigasi”, pungkasnya.

Menurut Menteri Susi, penghapusan inefisiensi dan inefektifitas anggaran dapat mengurangi beban negara yang pada tahun lalu defisit 290 persen. Menteri Susi pun menegaskan, mentalitas korupsi dan kolusi harus dihilangkan dari ritme kerja di KKP.

“Mentalitas pada korupsi dan kolusi harus kita stop, jangan dibiarkan!” jelasnya.

Ia pun menyampaikan, Inspektorat Jenderal sebagai penopang keberlanjutan KKP, tentunya akan menjadi pengawas pada seluruh jajaran SDM KKP dalam menggunakan anggarannya.

“Itjen menjadi malware ibarat dalam komputer, yang mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan yang terjadi”, papar Susi.

Kinerja Itjen KKP dinilai Susi cukup bagus. Adapun ketajaman dalam melihat sesuatu hal yang sangat fatal, lanjut Susi, perlu diasah lagi. Karakter dan behavior dalam mensupervisi harus diperkuat.

“Saya lihat kinerja Itjen bagus, tapi ketajaman melihat sesuatu hal yg sangat fatal untuk orang-orang Itjen harus diperdalam lagi. Karakter dan behavior bisa mensupervisi itu harus kuat. Bukan dalam arti kata suudzon, tapi harus tau fungsinya”, papar Susi.

Irnspektur Jenderal KKP, Andha Fauzie Miraza menyampaikan, lingkup Itjen akan melakukan penghematan Rp 20 Miliar dari anggaran tahun ini sebanyak Rp 106 Miliar.

“Kita ikut berpartisi Rp 106 Miliar, yakni menyediakan Rp 20 Miliar untuk penghematan. Akuntabilitas juga ditingkatkan. Nilai assessment 8,2. Unit kerja wilayah bebas korupsi juga akan dinaikkan”, jelas Andha.

Sumber : kkpnews.kkp.go.id