Jakarta – Usai melakukan koreksi efektifitas dan efisiensi anggaran di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada hari ketiga acara Retreat yang digelar di Hotel Century Jakarta, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan pemerintahan yang sedang berjalan saat ini, bukan lagi pemerintah yang menghabiskan anggaran. Mengingat tahun lalu, pemerintah Indonesia defisit hingga Rp 290 triliun.

“Rezim pemerintah ini bukan rezim yang menghabiskan anggaran. Tahun ini pemerintah defisit 290 triliun. Di sinilah saya bawa seluruh tim KKP untuk tahu mana yang harus diutamakan dan tepat sasaran”, tegas Susi saat memberi pengarahan pada karyawan lingkup Ditjen Perikanan Budidaya di Jakarta, Rabu (24/2).

Lebih lanjut, Ia menambahkan, dalam sebuah pemerintahan harus ada keseimbangan antara pengeluaran. “Saya yakin logika anda semuanya baik. Kalau logika baik, common sense-nya juga sangat baik. Banyak yang bilang, semenjak dipegang Susi, KKP jadi kaya perusahaan. Ya gimana lagi? Running sebuah pemerintahan harus running seperti sebuah perusahaan. Kalau balancingnya jebol, maka susah rakyatnya.”, papar Susi.

Kinerja KKP dinilainya sudah bagus dan menunjukkan peningkatan dari sebelumnya. Menteri Susi pun yakin kementerian yang dikomandoinya mampu menjadi contoh bagi kabinet kerja.

“Saya gelar Retreat ini untuk saya punya analisis. Saya yakin kita bisa jadi model kabinet kerja untuk membuat program lebih efektif, lebih efisien. Mana yang harus menerima bantuan mana yang tidak tepat. Jangan karena dulu bekas dirjen atau bekas menteri atau titipan maka dikasih gitu aja”, pungkasnya.

Semangat kepada karyawan KKP terus ditanamkan dan diapresiasi oleh Menteri Susi. Dia berharap, KKP dapat terus melakukan perubahan dan terobosan untuk Indonesia.

“Susinisasi akan ada level ke dua di kabinet kerja. Nah, kita bukan melakukan Susinisasi. Tapi beginilah cara KKP bekerja. Sekarang kita harus lakukan perubahan-perubahan”, ucap Susi.

 

Sumber : kkpnews.kkp.go.id