Jakarta – Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, bukan hanya tentang illegal fishing. Perlu adanya teknik khusus agar fokus  pengawasan sumber daya kelautan dapat terkawal dengan baik.

Hal itu diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberi pengarahan di depan karyawan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), pada kegiatan Retreat hari keempat di Hotel Century Jakarta, Kamis (25/2).

Menteri Susi menginginkan pengawalan yang dilakukan Ditjen PSDKP lebih fokus pada kasus-kasus yang sedang diselesaikan dan menghimpun data dengan sistematis. “Saya pikir udah bagus kerjanya. Tapi saya minta, fokuskan kasus-kasus yang ditangani. Sampai sekarang, kalau saya minta data itu susah sekali”, ungkapnya.

Selain itu, Menteri Susi juga meminta adanya pengawasan yang preventive, dilakukan terus menerus. “Saya melihat ada Indeso berjalan, keaktifan PSDKP merespon itu belum berjalan”, papar Susi.

Ia mengharapkan jajaran karyawan lingkup PSDKP dapat meningkatkan integritas dan sensitifitas sebagai seorang pengawas sumber daya kelautan dan perikanan. Ia pun mengingatkan, tugas yang diemban PSDKP adalah garda depan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan pemberantasan illegal fishing.

Selain itu, Menteri Susi pun melarang bagi karyawannya yang melakukan project atau bekerja sama dengan pemilik kapal eks asing.”Hilangkan project minded. Tidak boleh lagi ada kapal eks asing, tidak boleh ada lagi yang ditutupi. Kalau kalian rusak dengan dispensasi susah. Sekarang sudah solid, tapi kalau sampe dari  KKP-nya yang jadi persoalan, waah susah”, lanjut Susi.

Lebih lanjut Menteri Susi mengatakan pentingnya transparansi dalam data. Ia pun meminta seluruh karyawannya untuk melakukan laporan harian. Hal ini dilakukan, agar KKP sebagai regulator utama di sektor kelautan dan perikanan bisa menunjukkan pada publik, kinerja terbaiknya.

“Transparansi sangat penting. Terutama soal data. Coba mulai dari sekarang bikin daily report. Ga perlu pake kertas, cukup pake whatsapp. Kita harus bisa menguatkan bangsa kita menjadi dihormati dan dihargai. Kita perlu beri tahu dunia bagaimana kerja kita”, pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Dirjen PSDKP yang juga menjabat sebagai Sekjen KKP, Sjarief Widjaja mengatakan akan ada perubahan pada direktorat di lingkup PSDKP. Semua dilakukan untuk menciptakan suasana dan semangat baru.

“Nanti ada perubahan direktorat. Tapi ini bukan pengurangan, cuma perubahan. Semoga semangat kalian meningkat, gairah kerja pun bertambah”, jelas Sjarief.

 

Sumber : kkp.go.id