Belawan – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal PSDKP kembali menyita 2 alat tangkap terlarang berjenis mini Trawl milik nelayan lokal di perairan Belawan.

Kepala Stasiun PSDKP Belawan Basri A.Pi, M.Si menyampaikan penyitaan 2 alat tangkap mini trawl tersebut merupakan hasil dari patroli Speedboat Napoleon Stasiun PSDKP Belawan dalam rangka penegakan peraturan dan pembinaan nelayan tradisional di perairan Belawan.

“Sampai saat ini Stasiun PSDKP Belawan telah menyita 15 pasang alat tangkap terlarang dan siap untuk dimusnahkan.” kata Basri di Belawan beberapa waktu lalu.

Penertiban alat tangkap ikan (API) ini merupakan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan merupakan kesadaran kita bersama bahwa penggunaan alat tangkap ikan pukat hela (trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI telah mengakibatkan menurunnya sumber daya ikan, sehingga perlu dilakukan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan tersebut.

Penertiban alat penangkapan ikan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan pukat Tarik (Seine Nets) di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

 

 

Sumber : kkpnews.kkp.go.id