Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan pulau-pulau terluar dj Indonesia sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Nantinya sentra ini akan menjadi pintu bagi ekspor perikanan Indonesia.

“Jika jumlah ikan sudah banyak. Maka nelayan Indonesia sudah memiliki modal untuk mengelola dengan baik. Sehingga dapat memudahkan distribusi dan ekspor produk perikanan Indonensia”, jelas Sjarief di saat membuka acara Rapat Koordinasi Pembangunan SKPT Pulau Kecil dan Kawasan Perbatasan Indonesia di Ballroom KKP, Selasa (8/3).

Lebih lanjut Sjarief menjelaskan, dibangunnya SKPT di pulau terpencil dan kawasan perbatasan, ialah dapat mendorong devisa bagi negara, dengan meningkatkan ekspor perikanan Indonesia.

“Ini dapat mendorong devisa. Cukup daerah terpencil, bisa menyebrang ke pasar-pasar ekspor sekitarnya. Misalnya dari Simeleu tidak perlu lagi ke Jakarta. Dari Simeleu bisa langsung ke Sabang, terus masuk ke Phuket dan seterusnya.”, lanjut Sjarief.

Sjarief juga menjelaskan, dalam membangun SKPT di 15 pulau terluar ini, dibutuhkan tenaga penyuluh dan sumber daya manusia yang handal. Dia menegaskan, pembangunan pulau terluar ini, bukan hanya soal pembangunan biasa. Namun juga dapat memutar roda ekonomi daerah, khususnya sektor kelautan dan perikanan.

“Orientasi kita bukan hanya membangun. Tapi juga memutar roda ekonomi daerah. Peran penyuluh, pelatihan kelompok masyarakat juga harus dibangun.”, pungkasnya.

Pada 2015, lima pulau terluar yakni Simeleu, Natuna, Tahuna, Saumlaki, dan Merauke sudah memulai aktivitas sebagai SKPT. Sementara 10 pulau lainnya akan memulai aktivitasnya pada tahun ini.

Sumber : kkpnews.kkp.go.id