Roma – Sebagai komitmen dalam pemberantasan illegal fishing secara global, Indonesia menyerukan kepada anggota FAO (Food And Agriculture Organization) untuk memberikan data perikanan ke FAO dengan lebih akurat dan bertanggung jawab.

Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang menjadi ketua delegasi Indonesia dalam sidang pada sesi ke-32 FAO Committee on Fisheries (COFI) di Plennary Hall, markas FAO di Vialle Delle Terme, Caracalla, Roma, Italia, Senin (11/7). Sidang yang berlangsung hingga 15 Juli ini diikuti 194 negara.

Menteri Susi, dalam pidato yang disampaikannya pada sidang tersebut, menegaskan bahwa perikanan menjadi salah satu faktor pendorong yang paling penting bagi pertumbuhan ekonomi dunia, inklusivitas sosial, dan pelestarian lingkungan.

“Ini membuktikan bahwa Indonesia sangat serius menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dengan mendasarkan tiga pilar, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan,” ujar Menteri Susi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Susi juga mengenalkan program One Data Initiative untuk meningkatkan proses pengumpulan data perikanan.

“Saat ini Indonesia sedang mencanangkan Program Satu Data. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan proses pengumpulan data perikanan dengan tiga pendekatan, yaitu sumber daya manusia, proses, dan teknologi,” ujar Menteri Susi.

Menteri Susi juga mengungkapkan bahwa tanpa data yang kredibel yang mencerminkan jumlah sebenarnya, tidak mungkin dunia internasional mengambil langkah-langkah yang tepat dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

 

Sumber : news.kkp.go.id