Jakarta – Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima Dutch Engineering Award kategori karya rekayasa inovatif dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Rabu (10/8).

Sebelumnya, penghargaan tersebut telah diserahkan oleh The Netherlands Association of Consulting Engineers di Belanda pada tanggal 16 Maret 2016 lalu dan dihadiri oleh Ratu Beatrix, Ratu Mabel, serta para praktisi di dunia rekayasa (engineering).

Penghargaan tersebut didapat KKP atas upaya mengatasi erosi pesisir di Pantai Utara Jawa dengan menggunakan pendekatan Membangun bersama Alam (Building with Nature).

Building with Nature digagas dan dijalankan oleh KKP, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Pemerintah Kabupaten Demak yang bekerja sama dengan Konsorsium Ecoshape, Belanda.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengungkapkan bahwa Indonesia telah menunjukan komitmen untuk mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh alam sendiri.

“Konsep Building with Nature telah mendorong ketangguhan bagi masyarakat di wilayah pesisir untuk menghadapi berbagai ancaman seperti banjir dan erosi. Solusi yang dilakukan yaitu melalui kegiatan di wilayah pesisir Demak, Jawa Tengah menggunakan teknologi sederhana namun inovatif,” ungkap Brahmantya.

Brahmantya menambahkan, diharapkan dengan pendekatan ini, erosi pesisir dapat berkurang dan pertumbuhan alami mangrove dapat terpacu di lokasi sedimen.

“Dalam jangka panjang, ekosistem mangrove yang terbentuk dapat menggantikan peran peredam gelombang dan memerangkap sedimen lebih lanjut. Solusi ini dapat mengembalikan fungsi ekologis mangrove dalam melindungi kawasan pesisir,” ujar dia.

 

Sumber : news.kkp.go.id