Lombok – Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Kamis tanggal 30 September 2016 menjatuhkan hukuman terhadap terpidana kasus penyelundupan benih lobster atas nama DT dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan denda Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan. Selain itu hukuman juga dijatuhkan terhadap tersangka lain a.n VN dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan dan denda Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan.

Vonis terhadap kedua tersangka tersebut merupakan kasus perdagangan benih lobster hasil operasi Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lombok, NTB dan didukung oleh Satuan Polair Polda NTB pada bulan Mei 2015. Operasi dilakukan terhadap di salah satu Rumah Toko (Ruko) yang terletak di kawasan Jalan Bung Hatta, Mataram, yang ditengarai melakukan jual beli lobster (benih lobster) dengan ukuran kurang dari 8 cm. Dalam operasi tersebut Pengawas Perikanan menemukan benih lobster dibawah ukuran 8 cm sebanyak ± 2.119 ekor, beserta peralatan pengepakan (packing) dan peralatan lainnya. Pada saat operasi penggeledahan tersangka pemilik/penanggung jawab ataupun pihak lain yang bertanggungjawab tidak berada di lokasi.

Setelah melalui proses penyidikan, tersangka juga tidak memenuhi panggilan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Satker PSDKP Lombok. Setelah dilakukan proses penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan didukung oleh Polda NTB dan Polres Metro Jakarta Barat, PPNS Perikanan Satker PSDKP Lombok berhasil menangkap 2 (dua) orang tersangka pada tanggal 13 Agustus 2016.

Penangkapan lobster diatur berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1/PERMEN-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Pelagicus Spp.). Dalam Permen tersebut setiap orang dilarang melakukan penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting(Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus pelagicus spp.) dalam kondisi bertelur. Penangkapan Lobster dapat dilakukan dengan ukuran panjang karapas >8 cm (di atas delapan sentimeter). Sedangkan untuk penangkapan kepiting dengan ukuran lebar karapas >15 cm (di atas lima belas sentimeter) dan rajungan dengan ukuran lebar karapas >10 cm (di atas sepuluh sentimeter).

 

 

Sumber : http://news.kkp.go.id