Jakarta – Setelah berhasil memulangkan 3 (tiga) orang nelayan asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang ditangkap aparat Malaysia baru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bekerjasama dengan Konsulat RI Darwin, Australia, kembali berhasil memulangkan 4 (empat) orang nelayan asal Indonesia yang ditangkap aparat Australia. Demikian disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal PSDKP, KKP, Waluyo Abutohir, di Jakarta (24/10).

Keempat nelayan tersebut dipulangkan dengan 2 (dua) jadwal pemulangan yang berbeda. Untuk dua nelayan pertama yang dipulangkan yaitu Herru Prianggono (35 tahun, asal Tugu Utara, Jakarta Utara) dan Deddy Arruan (30 tahun, asal Pineleng, Manado) tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, pada tanggal 19 Oktober 2016. Selanjutnya Kresmisano Sanggamele (43 tahun, asal Lirang) dan Casrudin (31 tahun, asal Cirebon) tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali pada tanggal 20 Oktober 2016. Keempat nelayan tersebut ditangkap aparat keamanan laut Australian Border Force (ABF), Australia, dengan dugaan melakukan pelanggaran penangkapan ikan di wilayah perairan Australia, ungkap Waluyo.

Selanjutnya, Waluyo mengungkapkan bahwa pemulangan nelayan tersebut merupakan bantuan nyata yang dilakukan oleh KKP terhadap nelayan-nelayan Indonesia yang tertangkap aparat di luar negeri saat melakukan penangkapan ikan. Langkah yang dilakukan oleh KKP, antara lain melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di negara setempat dan instansi terkait di negara yang bersangkutan, sehingga nelayan Indonesia yang tertangkap di luar negeri dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

Selama tahun 2016 KKP bersama-sama dengan Kementerian Luar Negeri telah berhasil memulangkan nelayan Indonesia yang ditangkap di luar negeri sejumlah 133 nelayan, yang terdiri dari 94 orang dipulangkan dari Malaysia, 32 orang dipulangkan dari Australia, dan 7 orang dipulangkan dari Thailand.

 

Sumber : news.kkp.go.id