JakartaKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan teknologi terbaru yaitu program keramba jaring apung (KJA) yang dilaksanakan secara “offshore” atau lepas pantai di tengah laut.

Dirjen Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto, teknologi KJA “offshore” tersebut diadopsi dari Norwegia yang selama ini telah memproduksi salmon dengan metode itu. “Kami akan membudidaya dengan KJA offshore seperti komoditas kakap putih”, ungkap Slamet dalam gelaran konferensi pers di kantornya, Selasa (1/11).

Slamet juga mengemukakan, jenis kakap layak menjadi komoditas andalan karena merupakan jenis ikan laut yang tidak harus dijual hidup, tetapi bisa dalam beragam bentuk seperti fillet segar. Selain itu, pasar untuk kakap dinilai juga terbuka lebar tidak hanya ke China dan Hong Kong, tetapi juga ke wilayah lainnya seperti Eropa, Timur Tengah, dan Australia.

Terkait dengan KJA lepas pantai, Slamet menjabarkan bahwa untuk satu unit ada enam lubang berdiameter 50 meter. Teknologi KJA lepas pantai tersebut rencananya bakal ditempatkan di tiga tempat yaitu di perairan Sabang, Karimun Jawa, serta kawasan pantai selatan antara Cilacap dan Pangandaran. Sedangkan kapasitas produksi satu unit tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 568 ton per siklus untuk kakap putih.

“Dengan kegiatan offshore maka andalan kita di budi daya laut bisa meningkat seperti kerapu dan kakap saya yakin naik pada 2017,” ujarnya.

 

Sumber : news.kkp.go.id