Jakarta – Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perikanan budidaya pada kuartal III, terhitung per September 2016 mencapai Rp 12,4 Miliar. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menjelaskan, angka tersebut ditaksir akan terus melonjak. Slamet menargetkan, PNBP perikanan budidaya mencapai Rp 13,4 miliar hingga akhir 2016.

“Tahun 2016, realisasi PNBP per September 2016 mencapai Rp 12,4 Miliar, kita targetnya PNBP budidaya mencapai Rp 13,4 miliar pada akhir tahun”, ungkap Slamet dalam gelaran konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/11).

Penyebab belum melonjaknya PNBP perikanan budidaya ini dikarenakan adanya penyewaan, benih yang belum terjual dan induk-induk unggul yang belum terealisasikan.

Adapun upaya pemerintah dalam mendongkrak PNBP perikanan budidaya pada 2017 mendatang adalah dengan memanfaatkan aset-aset yang ada, seperti di pemanfaatan balai di Karawang dan Jepara.

“Balai kita nanti di Karawang sebagian tambak-tambaknya akan dioperasionalkan oleh BUMN. Begitupun yang di Jepara. Ada unit budidaya yg dikerjasamakan oleh swasta, unit pakan dikerjasamakan oleh BUMN”, terang Slamet.

Slamet mengatakan, untuk kerjasama dengan BUMN, pihaknya akan melibatkan Perum Perindo. PNBP 2017 pun ditargetkan mencapai Rp 150 Miliar.

“Angkanya memang melonjak. Kami berharap dalar melakukan kerjasama operasional, misalnya bagi hasil. Ini masih akan dihitung dan dirapatkan lagi dengan Perindo”, ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Slamet, balai-balai perikanan budidaya di seluruh daerah dapat beroperasi dengan tugas pokok dan melakukan efisiensi anggarannya masing-masing.

Sebagai informasi, PNBP perikanan budidaya pada 2015 mencapai Rp 18,9 Miliar. Angka tersebut didapat dari kegiatan-kegiatan dari hasil sampingan perekayasaan (penelitian) di balai-balai. Selain itu, ditambah pula dari hasil produksi benih.

 

Sumber : news.kkp.go.id