Riau – Kampung Patin terletak di Desa Koto Mesjid, setiap keluarga di desa tersebut memiliki kolam ikan patin dengan ukuran sekitar 35 x 29 meter persegi. “Disini memiliki semboyan masyarakatnya “Tiada Rumah Tanpa Kolam”, ungkap Firman Edi, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan di Kampung Patin, Riau, Minggu (6/11).

Penerima Bantuan Program PUMP Budidaya Perikanan Tahun 2011 ini perminggunya memanen 8 ton ikan patin dari kolam miliknya sendiri. “Di kampung patin ada sekitar 535 KK, dari kolam saya saja dihasilkan 8 ton per minggu” ungkap Firman. “Harga Patin sekarang sekitar Rp. 16.000 per Kg, jadi perminggu omset kami sekitar 128 juta” lanjutnya.

Bisnis ikan patin di Kampung Patin dilakukan warga desa dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan, pembesaran dan pengolahan. Kelompok Pembudidaya Ikan Patin ini juga telah memiliki pabrik pakan mandiri. “Harga pakan mandiri jauh lebih murah dibandingkan pakan pabrik” ungkap Firman. Harga pakan mandiri Rp. 4.500 per Kg, sementara harga pakan pabrik mencapai diatas Rp. 8.000 per kg.

Suksesnya Kampung Patin ini tidak terlepas dari peran penyuluh perikanan di Kabupaten Kampar. “Kami sangat berterima kasih pada penyuluh perikanan yang terus mendampingi kami dalam mensukseskan program PUMP Budidaya”, tambah Firman.

Fitria Roza Gilang Permana, koordinator penyuluh perikanan Kabupaten Kampar menyatakan sangat senang kalau melihat kelompok pembudidaya ikan yang berhasil. “Kalau program pemerintah sukses di tingkat pembudidaya ikan, kami sangat senang” ungkap Alumni IPB tersebut.

Dengan dibantu oleh peran penyuluh perikanan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kampar, Pak Firman berhasil mengembangkan usahanya hingga menghasilkan omzet 640 juta per bulan.

 

 

Sumber : news.kkp.go.id