Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengukuhkan tiga profesor riset antara lain, Dr. Agus Heri Purnomo, M. Sc , Dr. Ir. Agus Djoko Utomo, M. Si, Dr. Ir. Ekowati Chasanah, M. Sc.  Pengukuhan ini sebagai komitmen KKP untuk mendorong akselerasi dan inovasi ilmu pengetahuan teknologi di bidang kelautan dan perikanan.

“Saya harap riset-riset ini dapat mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, kuat, maju dan berbasis kepentingan nasional melalui visi KKP yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan” ujar Kepala Balitbang KKP Zulficar Mochtar dalam acara orasi pengukuhanprofesor riset di Kantor KKP Jakarta, Selasa (22/11).

Zulficar menjelaskan bahwa riset mereka mengenai ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, riset perikanan tangkap, serta riset pengolahan hasil perikanan dapat mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang.

Zulficar juga mengukapkan bahwa pengukuhan profesor ini dapat memotivasi semua pejabat fungsional peneliti agar lebih produktif dan karya karya nya dapat lebih banyak menghasilkan manfaat untuk bangsa.

Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi landasan utama penerbitan setiap kebijakan sehingga secara filosofis rasa keadilan maupun secara sosiologis dapat di terima oleh masyarakat karena bermanfaat bagi mereka.

Profesor riset adalah sebuah pencapaian puncak karir fungsional seorang peneliti. Dari 537 orang peneliti balitbang KP, hanya 62 orang yang mencapai peneliti utama dan hanya 15 orang profesor riset yang masih aktif serta 8 orang profesor riset yang sudah pensiun.

Adapun orasi yang disampaikan para ahli dengan judul masing-masing yaitu, Dr. Agus Heri Purnomo, M. Sc dengan judul Model Pengelolaan Lokal Adaptif Terpandu (PLAT) Untuk Optimalisasi Manfaat Sumber Daya Hayati Laut Nonkonvensional , Dr. Ir. Agus Djoko Utomo, M. Si dengan judul Optimalisasi Pengelolaan Suaka Perikanan Di Rawa Banjiran Untuk Kelestarian Sumber Daya Ikan , Dr. Ir. Ekowati Chasanah, M. Sc dengan judul Bioprospeksi Enzim Mikroba Laut Sebagai Landasan Pengembangan Bioindustri Di Indonesia.

 

Sumber : news.kkp.go.id